PM Cameron: polisi akan bertindak tegas

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Inggris David Cameron berjanji polisi akan mendapat sumber daya yang diperlukan untuk mencegah kerusuhan di masa depan.
Sumber daya itu antara lain mencakup kemungkinan penggunaan meriam air, jika diperlukan. Dalam kerusuhan dan penjarahan di sejumlah kawasan di London dan beberapa kota lain, polisi Inggris masih belum menggunakan meriam air.
Dalam pernyataannya, Rabu 10 Agustus atau empat hari setelah kerusuhan, Cameron menyatakan setiap tindakan akan diambil untuk memulihkan ketertiban dan meriam air akan dikerahkan dengan pemberitahuan 24 jam sebelumnya.
"Kita perlu memukul balik dan pukulan balik sedang berlangsung," tutur Cameron.
Dia menambahkan bahwa perilaku dari para perusuh -termasuk di antaranya sejumlah anak-anak- memperlihatkan bahwa sebagian masyrakat Inggris 'sakit'.
Dan dia menegaskan tekadnya tidak akan membiarkan budaya kekerasan tumbuh di jalan-jalan Inggris.
Ratusan ditangkap
Cameron menyampaikan pernyataan tentang tindakan keras tersebut setelah pertemuan darurat dengan pihak kepolisian, yang disebut Cobra.
Menurutnya kekerasan yang berlanjut jelas tidak bisa diterima dan harus segera dihentikan.
"Kita sudah melihat yang terburuk di Inggris, tapi saya yakin kita juga sudah melihat yang terbaik di Inggris: jutaan orang yang menyatakan di Facebook mendukung polisi dan ikut bersama dalam operasi pembersihan," tambahnya.
Sementara itu hampir 800 orang sudah ditangkap di London dan ruang pengadilan buka selama 24 jam untuk proses hukum terhadap para tersangka.
Dan setiap orang yang terbukti bersalah -tegas perdana menteri- akan dikirim ke penjara.
Sejumlah warga Inggris berpendapat tindakan polisi tidak tegas sehingga kerusuhan bisa berlangsung selama empat malam beturut-turut dan menyebar jauh dari lokasi awalnya di Tottenham, London utara.
Pengurangan polisi?
Sebelumnya walikota London Boris Johnson mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan rencana mengurangi polisi dengan mengatakan alasan untuk pengurangan polisi sudah dilemahkan oleh aksi unjuk rasa ini.
Namun Kementerian Dalam Negeri Inggris menegaskan bahwa polisi masih memiliki sumber daya untuk melaksanakan tugas-tugas pentingnya.
Di Manchester, dalam pernyataan pers Rabu pagi, Asisten Kepala Konstabulari Manchester Garry Shewan mengatakan dia menyaksikan 'keadaan yang paling memuakkan sepanjang karirnya'.
Garry Shewan juga menegaskan semua orang yang terlibat akan diproses secara hukum.
"Hari ini kami sudah memulai proses penangkapan mereka yang tertangkap fotonya di CCTV dan media lain. Dan pesan saya adalah, kami memiliki foto ratusan orang, kami menangkap wajah Anda, dan juga tindakan kriminal Anda melalui CCTV," tuturnya.
Sebanyak 113 orang sudah ditangkap di Manchester dan Salford, yang terletak di pinggiran Manchester. Kawasan di Inggris utara ini merupakan yang paling baru dilanda kerusuhan dan penjarahan, yang berawal sejak Sabtu pekan lalu.
Sedangkan di kawasan sekitar Birmingham, sebanyak 109 orang ditangap dan 23 di antaranya sudah didakwa sehubungan dengan kerusuhan di Birmingham, Wolverhampton, dan West Bromwich.





























