AS jatuhkan sanksi kepada bank Suriah

Sumber gambar, Reuters
AS meningkatkan tekanan kepada Suriah dengan menjatuhkan sanksi kepada bank komersial terbesar dan operator telepon selular negara itu, menyusul serangan pemerintah Assad kepada para aktivis.
Kementrian keuangan AS mengatakan targetnya adalah sumber finansial Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Langkah itu dilakukan setelah aktivis mengatakan pasukan Suriah menewaskan 18 orang di Kota Homs.
Aktivis mengatakan tentara menembakan senjata, tank dan senjata anti serangan udara kepada penduduk.
Suriah belum menyampaikan komentar mengenai laporan tersebut dan sangat sulit untuk media internasional untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.
Lebih dari 1.700 orang meninggal dan puluhan ribu orang dilaporkan ditahan sejak protes terhadap pemerintah Assad dimulai Maret lalu.
beberapa hari terakhir, operasi besar dilakukan oleh rejim terutama di pusat Kota Hama dan Deir al-Zour - dikecam oleh kalangan internasional, sementara negara Saudi Arabia, Bahrain dan Kuwait menarik duta besar mereka dari Damaskus.
Tetapi ketika, Assad menjanjikan adanya reformasi politik, dia tidak mau mundur dan akan melanjutkan tekanan terhadap kelompok yang disebutnya 'teroris'.
Kehilangan legitimasi
Bank komersial Suriah dan bank afiliasinya dituduh memberikan dana untuk program senjata, seperti kerjasama dengan Bank Korea Utara dalam melakukan ekspor perlengkapan senjata.
Pejabat AS mengatakan perusahaan Syriatel disebutkan dimiliki oleh Rami Makhluf sepupu Presiden Assad, yang dikenal berkuasa dan korup.
"Kami mendapatkan informasi infrastruktur keuangan membantu Assad dan aktivitas rejimnya," kata pejabat yang menangani masalah terorisme dan intelejen keuangan David Cohen.
Mei lalu, Presiden Barack Obama menandatangani perintah khusus untuk pemberian sansk terhadap Assad dan pejabat pemerintah Suriah.
Beberapa pekan terakhir, AS meningkatkan tekanan ke Suriah, seperti disampaikan oleh wartawan BBC di Washington, Marcus George, ditengah harapan dari sejumlah kalangan terhadap Obama untuk menyampaikan secara langsung kepada Assad untuk mundur.
Rabu lalu, Gedung Putih mengatakan Suriah akan lebih baik tanpa Assad.
Koresponden BBC untuk masalah diplomatik Jonathan Marcus mengatakan meskipun Rusia lebih keras mengkritik Assad dalam menangani krisis, tetapi kemungkinan untuk memberikan sanksi ekonomi yang lebih keras lebih diketahui secara pasti.
Sejak Dewan Keamanan menyampaikan agar pihak yang bertanggung jawab di Suriah untuk menghentikan kekerasan, rejim Assad terus melancarkan serangan yang menewaskan 300 orang.





























