Italia potong anggaran

Sumber gambar, AP
Italia mengumumkan sebuah kebijakan penghematan anggaran baru pasca rapat kabinet darurat.
Paket pemotongan sebesar 45 miliar euro direncanakan sebagai penyeimbang anggaran tahun 2013 ditujukan dengan memangkas belanja publik dan pengurangan pekerjaan.
Perdana Menteri Silvio Berlusconi mengatakan kebijakan ini sangat menyakitkan tetapi tidak bisa dihindari.
Sebelumnya pada Senin (08/08) Bank Sentral Eropa, ECB mengumumkan akan membeli surat hutang Italia dalam sebuah upaya untuk mengurangi biaya pinjaman.
Biaya pinjaman Italia meningkat tajam sebelum para investor kehilangan kepercayaan atas kemampuan pemerintah untuk mengurangi defisit.
Pengumuman ECB itu semakin meningkatkan tekanan kepada pemerintah untuk memajukan rencana untuk menyeimbangkan anggaran hingga tahun 2013.
'Pajak kebersamaan'
Dalam rapat kabinet yang berlangsung Jumat (12/08) kemarin, pemerintah Italia menyetujui untuk memangkas anggaran 2012 sebesar 20 miliar dan 25 miliar euro pada tahun 2013.
"Hati kami berdarah-darah. Pemerintah selama ini membanggakan diri tidak pernah meminta kepada warga Italia, tetapi situasi dunia telah berubah,'' kata PM Berlusconi.
''Kita menghadapi tantangan terbesar di dunia,'' katanya.
Lebih dari 50.000 pekerja akan dipangkas di tataran pemerintahan daerah dalam waktu dekat dan sejumlah hari libur nasional yang jatuh pada hari kerja akan dipindahkan ke hari Minggu, sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah hari kerja dalam setahun.
Kebijakan ini juga termasuk pemotongan lanjutan bagi anggaran daerah dan sebuah ''pajak kebersamaan'' baru bagi warga yang memiliki pajak penghasilan lebih dari 150.000 euro dengan tambahan 10% dalam dua tahun kedepan.
Pajak keuntungan saham dan pendapatan bunga juga meningkat 7,5%.
Bagaimanapun, kebijakan ini masih harus mendapat persetujuan dari parlemen, yang sudah harus mengambil keputusan dalam waktu 60 hari.
Sejumlah analis menanggapi kebijakan terbaru ini.
Fabio Fois seorang analis dari Barclays Capital memperingatkan kalau kebijakan ini ''memiliki resiko pada konsumsi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang''.
Tetapi dia menambahkan bahwa kebijakan ini ''menuju arah yang benar'' untuk mengurangi defisit.
Sementara para pemimpin daerah mengkritik pemotongan ini dengan menyebut sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan akan sangat terpukul.
"Bagi kami, kebijakan fiskal yang dikeluarkan ini sangat tidak adil,'' kata Giuseppe Castiglione, kepala Persatuan Provinsi Italia.





























