Muammar Gaddafi tetap melawan

Pemberontak merusak simbol-simbol kekuasaan Gaddafi

Sumber gambar, none

Keterangan gambar, Pemberontak merusak simbol-simbol kekuasaan Gaddafi

Kolonel Muammar Gaddafi lewat pidatonya bersumpah mati atau hidup menentang agresi setelah pemberontak Libia menguasai kompleksnya.

Dalam sebuah pidato audio, Gaddafi yang tidak diketahui keberadaannya, mengatakan dia melakukan gerak mundur "taktis" dari kompleks Bab al-Aziziya di ibu kota.

Tetapi tidak seorangpun mempercayai pernyataan tersebut, lapor wartawan BBC di Tripoli.

Kompleks tersebut dikuasai pemberontak hari Selasa (23/8) yang kemudian merusak simbol-simbol kekuasaan Gaddafi.

Lewat penyiaran kembali pada saluran TV satelit Libia, Gaddafi berpidato menjanjikan menjadi "martir atau pemenang" dalam perang melawan NATO dan pemberontak Libia.

Dia mengatakan kompleksnya telah dirusak 64 serangan udara NATO.

Tidak diketahui keberadaannya

"Saya mengunjungi sejumlah tempat di Tripoli secara rahasia, tanpa terlihat orang-orang lain dan ... saya tidak merasa Tripoli dalam bahaya," katanya.

Juru bicara Gaddafi, Moussa Ibrahim juga berbicara kepada TV Al-Urubah dan mengatakan enam ribu sukarelawan tiba di Libia untuk berperang demi Gaddafi. Belum didapat kepastian tentang laporan ini.

Tidak diketahui apakah Gaddafi dan keluarga berada di Bab al-Aziziya hari Selasa saat diserang.

Keluarga Gaddafi diyakini memiliki akses pada sejumlah rumah aman di Tripoli dan tempat-tempat lain.

Keadaan di tempat asalnya Sirte, yang merupakan markas pendukungnya, masih belum jelas.

Sejumlah laporan menyebutkan pasukan pemerintah bergerak mundur ke kota tersebut.