PBB serukan pemulihan ketertiban Libia

PBB mendesak agar pertempuran di Libia diakhiri dan ketertiban segera dipulihkan.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, PBB mendesak agar pertempuran di Libia diakhiri dan ketertiban segera dipulihkan.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan masyarakat internasional bekerja sama untuk mengakhiri pertempuran dan segera memulihkan ketertiban di Libia.

Ban Ki-moon mengatakan krisis Libia saat ini telah memasuki "fase baru dan menentukan", sehingga sudah saatnya memastikan adanya peralihan kepemimpinan secara lancar.

Sementara itu, kelompok pemberontak mengklaim hampir menguasai sepenuhnya Kota Tripoli, ketika pertempuran berlanjut ke wilayah timur negara itu.

Sejumlah laporan menyebutkan warga Kota Tripoli mulai kekurangan pasokan bahan bakar, makanan serta sarana kesehatan.

Para wartawan yang bertugas di Tripoli mengatakan sejauh ini masih terlihat pertempuran, terutama di bandar udara internasional dan sekitarnya, tetapi situasi tenang terlihat di sebagian besar pusat kota.

Hari Jumat (26/8) kemarin, untuk pertama kalinya warga kota itu mendatangi masjid-masjid di ibukota Tripoli untuk shalat Jumat, sejak pemberontak merebut kota itu.

Walaupun sebagian kota itu terjadi pemadaman listrik serta air tidak mengalir lancar, sejumlah polisi kembali betugas di jalan-jalan kota itu dan pedagang telah membuka lagi toko-tokonya.

Bantuan kemanusiaan

Berbicara setelah pertemuan PBB di New York, Ban Ki-moon mengatakan ada "kebutuhan mendesak untuk mengakhiri konflik dan memulihkan ketertiban dan stabilitas".

"Yang sangat mendesak, kami telah menyerukan bantuan kemanusiaan, terutama bantuan medis dan kebutuhan warga sehari-hari, termasuk air, sanitasi dan pendidikan, " ungkap Ban Ki-moon.

"Untuk jangka panjang, perlu dukungan awal untuk menggelar pemilu, peralihan politik yang adil, dan bantuan pemulihan sosial-ekonomi, penegakan hukum, serta perbaikan birokrasi," katanya.

Sekjen PBB juga mendesak agar Dewan Peralihan Nasional Libia untuk melakukan kontak dengan Uni Afrika, yang sejauh ini menolak mengakui mereka sebagai penguasa yang sah.

Kepada dunia internasional, Ban juga mengharap, agar mereka mendukung kapasitas lembaga kepolisian Libia, karena peredaran senjata ringan di masyarakat yang tidak terkontrol.

Dipenuhi darah

Belakangan, dilaporkan terjadi peningkatan pelanggaran hak asasi manusia di Kota Tripoli dan sekitarnya, setelah pertempuran mereda di sebagian kota itu.

Wartawan BBC melaporkan lantai rumah sakit dilumuri darah yang kental.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Wartawan BBC melaporkan lantai rumah sakit dilumuri darah yang kental.

Hari Jumat (26/8), lebih dari 200 mayat membusuk ditemukan di rumah sakit Abu Salim di Tripoli, menyusul pertempuran sengit di wilayah itu.

Para wartawan mengatakan dokter dan perawat telah melarikan diri dari rumah sakit tersebut, sehari sebelum pertempuran pecah.

Wartawan BBC John Simpson, yang mengunjungi rumah sakit, mengatakan, pemandangan di sudut-sudut rumah sakit itu menantang imajinasi, dengan bau kematian yang kuat, dan lantai dilumuri darah kental.

Lembaga hak asasi manusia Amnesty International sebelumnya mengatakan, memiliki bukti bahwa kelompok loyalis Gaddafi dan pasukan pemberontak menyiksa para tahanannya.