Pertempuran di Tripoli menyusul pesan lisan Gaddafi

Sumber gambar, AP
Pertempuran sengit kembali marak di ibukota Libia, Tripoli, yang sebagian besar sudah dikuasai oleh kelompok pemberontak.
Memanasnya kembali pertempuran itu menyusul pesan lisan dari Kolonel Muammar Gaddafi yang menyerukan warga Libia untuk melawan dan menghancurkan pemberontak.Pesan itu disiarkan lewat stasiun TV pemerintah dan disampaikan di hadapan warga Sirte, kota yang menjadi sasaran berikut dari kelompok pemberontak.
"Libia adalah untuk warga Libia dan bukan untuk agen-agen, bukan untuk imperilasme, bukan untuk Prancis, bukan untuk Sarkozy, bukan untuk Italia,” tutur Gaddafi dalam pernyataannya.
“Tripoli untuk anda dan bukan untuk mereka yang mengandalkan NATO."
Dia juga mendesak agar kaum muda Tripoli bertarung dari jalan ke jalan, gang ke gang, rumah ke rumah dan menambahkan perempuan juga bisa berperang dari ‘dalam rumah mereka.’
Namun tidak jelas kapan pesan lisan itu direkam.
Markas pindah
Pertempuran pada Kamis (25/08) marak di kawasan Abu Salim di Tripoli, tak jauh dari penjara yang terkenal kejam, yang masih menjadi salah satu daerah yang yang masih dikuasai Gaddafi.
Berlangsung juga pertempuran di dekat Hotel Corinthia, yang menjadi tempat tinggal para wartawan asing, sekitar 1,5km dari Lapangan Martir –yang sebelumnya dikenal sebagai Lapangan Hijau.
Tembak menembak yang sporadis terdengar pula di kompleks pemukiman Gaddafi, Bab al Aziziya, yang sudah dikendalikan pemberontak yang menerobos masuk lewat terowongan bawah tanah.
Kelompok pemberontak sudah mengumumkan pengampunan bagi ‘kelompok dalam’ yang bisa menangkap atau membunuh Gaddafi serta hadiah senilai US$1,7 juta bagi penangkapannya, hidup atau mati.
Dewan Transisi Nasional, NTC, juga mengatakan markas politik mereka dipindahkan dari Benghazi ke ibukota Tripoli.
Bantuan kemanusiaan
Sementara itu PBB akan mencairkan aset Libia senilai US$1,5 miliar yang sempat dibekukan unutk bantuan kemanusiaan yang mendesak.
Afrika Selatan menentang upaya PBB untuk menyalurkan dana US$1,5 miliar itu kepada NTC, seperti diusulkan Amerika Serikat.
Mereka mengatakan penyaluran dana kepada NTC sama dengan pengakuan resmi atas NTC, yang belum dilakukan oleh Persatuan Afrika dan Afrika Selatan.
Namun Amerika Serikat sudah sepakat untuk mencabut rujukan yang khusus kepada NTC guna memungkinkan agar pencairan dana bisa disepakati.
Sebelumnya, Ketua NTC, Mahmoud Jibril, mengatakan bahwa Libia membutuhkan bantuan mendesak untuk membayar gaji pegawai dan upaya rekonstruksi guna menjamin stabilitas Libia.
Italia sudah berjanji akan melepas asset senilai 350 juta Ero yang selama ini dibekukan di bank-bank Italia.
Dalam perkembangan lain, Liga Arab sudah memberikan dukungan penuh kepada NTC sebagai perwakilan rakyat Libia yang sah.
Sedangkan Dana Moneter Internasional, IMF, mengatakan baru akan mengakui NTC sebagai pemimpin Libia jika sudah ada pengakuan yang tegas dan meluas dari masyarakat internasional.





























