Unjuk rasa anti pemerintah Suriah berlanjut pada Idul Fitri

Sumber gambar, AFP Getty Images
Aksi unjuk rasa pemerintah dilaporkan tetap berlangsung di beberapa tempat di Suriah setelah salat pagi Idul Fitri, yang jatuh pada hari ini, Selasa 30 Agustus.
Ribuan oang turun ke jalan di beberapa kota -termasuk di salah satu kawasan pinggiran ibukota Damaskus- menuntut pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad.
Para pegiat hak asasi mengatakan aparat keamanan melepas tembakan ke arah pengunjuk rasa: menewaskan enam orang di Provinsi Deraa dan satu orang di kota Homs sementara sejumlah lainnya terluka di beberapa wilayah.
Sementara itu stasiun TV pemerintah menayangkan Presiden al-Assad menghadiri salat Idul Fitri di Damaskus dan sempat mengambil kopi serta makanan kecil bersama dengan jemaat lain.
Laporan lain menyebutkan aparat keamanan juga melepas tembakan di Deir al-Zour.
Hubungan komunikasi diputus di berbagai tempat dan aparat keamanan dikerahkan ke jalanan untuk mengelilingi masjid-masjid maupun pemakaman karena tradisi warga Suriah untuk berziarah pada hari raya Idul Fitri.
Kesepakatan Uni Eropa
Walau aparat keamanan menggunakan kekerasan dalam menghadapi para pengunjuk rasa, aksi perlawanan atas pemerintah tetap saja berlangsung.

Sumber gambar, AP
Wartawan asing tidak diperkenankan untuk memasuki Suriah sehingga laporan-lrapoan yang ke luar dari negara itu tidak bisa dikukuhkan.
PBB menyebutkan 2.200 warga Suriah tewas sejak unjuk rasa anti Presiden al-Assad marak bulan Maret.
Hari Senin (29/08) Uni Eropa mencapai kesepakatan dasar untuk melarang impor minyak dari Suriah sebagai reaksi atas tindakan kekerasan aparat keamanan dalam menghadapi unjuk rasa.
Namun kesepakatan masih membutuhkan pengesahan akhir dari masing-masing angota, yang diharapkan akan dicapai pada akhir pekan ini.
Pemerintahan al-Assad menegaskan bahwa mereka membasmi 'kelompok teroris bersenjata'.
Liga Arab sudah menyampakan kecaman keras atas pemerintah Damaskus, begitu juga dengan negara tetangga Turki.
Dan Liga Arab akan mengirimkan ketuanya, Nabil al-Arabi, ke Damaskus untuk membantu memecahkan krisis di negara itu serta mendesak agar Suriah 'mengikuti jalan yang masuk akal sebelum terlambat'.
Washington menyebutkan Presiden al-Assad semakin terasing di dunia internasional dengan kecaman dari Liga Arab dan Turki.





























