Pemimpin senior Al Qaida ditangkap

Bom di Quetta

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Aksi kekerasan terjadi di Pakistan, bom mobil meledak di Quetta pada 31 Agustus lalu

Militer Pakistan menyatakan telah menangkap Younis al-Mauritani yang disebutkan sebagai pemimpin senior Al-Qaeda dan dua kaki tangannya.

Dalam pernyataannya, militer Pakistan mengatakan al-Mauritani merupakan perencana dan pelaksana operasi internasional jaringan teror global.

Laporan menyebutkan penangkapan al-Mauritani itu merupakan kerjasama intelijen AS dan Pakistan.

Militer menyatakan pria itu ditangkap di kota Quetta bagian barat daya Pakistan, tetapi tidak disebutkan kapan penahanan dilakukan.

"Mauritani ditugasi secara langsung oleh Osama bin Laden untuk fokus menyasar target kepentingan ekonomi AS, Eropa, dan Australia," kata pernyataan yang dikeluarkan Pakistan.

Sementara dua orang lainnya disebutkan bernama Abdul Ghaffar al-Shami dan Messara al-Shami.

"Operasi ini direncanakan dan dipandu oleh asisten teknik dari agen intelejen AS dan intelejen internal yang memiliki hubungan yang cukup erat," kata pernyataan itu.

Hubungan AS-Pakistan

Mauritani tidak disebutkan dalam daftar teroris yang paling dicari oleh FBI. Tetapi sumber intelijen barat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa penangkapan itu dapat dikonfirmasi dan merupakan tindakan yang hebat.

Meski begitu, analis mengatakan masih ada persoalan untuk memverifikasi identitasnya dan posisinya di Al-Qaeda dan sejumlah kalangan mengatakan dia bukan merupakan tokoh militan yang dikenal di Pakistan.

Juru Bicara Gedung Putih, Josh Earnest, kepada wartawan di Washington mengatakan: "Kami menyambut baik aksi intelejen Pakistan dan pasukan keamanan yang menangkap tokoh senior Al-Qaeda yang terlibat dalam perencanaan penyerangan kepentingan AS dan sejumlah negara lain."

Sebelumnya, pejabat AS mengklaim telah menewaskan pemimpin senior Al-Qaeda, Atiyah Abd al-Rahman, dalam serangan di perbatasan Afghanistan- Pakistan. Tetapi pejabat Pakistan mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi tentang kematian al-Rahman.

Hubungan antara Pakistan dan AS merenggang setelah Osama bin Laden tewas oleh pasukan khusus AS di Abbottabad, Pakistan pada awal Mei lalu.

Selain itu, peningkatan serangan AS kepada militan di Pakistan terutama di perbatasan Afghanistan mempengaruhi hubungan kedua negara.

Awal Juli lalu, AS mengumumkan rencana untuk menahan pemberian bantuan senilai ratusan juta dollar kepada militer Pakistan.