Anak Gaddafi tinggalkan Bani Walid

bani walid

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pasukan anti-Gaddafi telah masuk ke bani Walid

Dua anak laki-laki Kolonel Muammar Gaddafi yang hingga Sabtu diketahui masih bertahan di kota Bani Walid diketahui telah meninggalkan kota itu, demikian kata kepala pemerintahan sementara Libia kepada BBC.

Kepala pemerintahan sementara Libia, NTC, Mustafa Abdud Jalil mengatakan kepada BBC bahwa Saif al-Islam dan Mutassim Gaddafi mencoba untuk mempertahankan kota tersebut.

Sebelumnya para pemberontak yang merundingkan pengambilalihan kota itu mengatakan pembicaraan sempat buntu dan sebuah serangan habis-habisan tinggal menunggu waktu.

Khawatir balas dendam

Pasukan pemberontak telah menduduki posisi strategis di sekitar Bani Walid, 150km arah tenggara Tripoli.

Bani Walid adalah satu dari empat kota --lainnya adalah Jufra, Sabha dan Sirte tempat kelahiran Gaddafi-- yang masih dikontrol oleh pasukan yang setia kepada Gaddafi.

Perundingan dengan para tetua kota Bani Walid dikatakan tidak benar-benar serius karena menurut pemberontak pasukan pro-Gaddafi terus melakukan penembakan selama perundingan terjadi.

Juru runding pemberontak, Abdullah Kenchil mengatakan kepada BBC bahwa pasukan yang setia dengan Gaddafi menginginkan pasukan anti-Gaddafi untuk masuk kota tanpa senjata.

Penduduk sipil di Bani Walid tidak bisa bergerak, karena menurutnya ada kemungkinan mereka akan ditembak sebagai tindakan balas dendam atau dijadikan perisai hidup.

Disamping merupakan pendukung Gaddafi, Bani Walid juga menjadi asal dari suku terkuat dan terbesar di Libia, suku Warfalla.

Keberadaan Kolonel Gaddafi hingga saat ini masih juga belum jelas, namun menurut Kenchil kedua anak laki-lakinya itu telah bergerak ke arah selatan dan belum diketahui tujuannya.

Jalil Libia mengatakan benteng pendukung Gaddafi telah dikirim bantuan kemanusiaan dan kelonggaran waktu untuk menyerahkan diri guna menghindari pertumpahan darah lebih lanjut.

Untuk sementara NTC terus mengumandangkan rekonsiliasi kata editor Timur Tengah BBC Jeremy Bowen yang berada di Tripoli. Ditambahkan oleh Bowen bahwa NTC tidak menginginkan pemerintahan mereka dimulai dengan pertumpahan darah di Bani Walid.