PM Jepang minta maaf kepada warga Fukushima

Sumber gambar, AFP
Perdana Menteri Jepang meminta maaf setelah salah seorang menterinya dipaksa untuk berhenti karena menyebut daerah bencana nuklir Fukushima sebagai "kota kematian".
Yoshihiko Noda mendapatkan tekanan besar setelah menteri ekonomi, industri dan perdagangan Yoshio Hachiro mundur pada Sabtu (10/9). Seperti diberitakan AFP, jabatan menteri ekonomi, industri dan perdagangan bertanggungjawab untuk menangani krsis nuklir yang terjadi akibat gempa dan tsunami 11 Maret lalu.
"Saya meminta maaf kepada masyarakat Fukushima atas peristiwa yang sangat menyakitkan mereka," kata Noda kepada wartawan Minggu (11/9), bertepatan dengan peringatan enam bulan setelah bencana alam itu.
"Saya percaya tidak ada kebangkitan Jepang, tanpa kebangkitan Fukushima. Pemerintahan saya akan bekerja keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat."
Tetapi, pemimpin oposisi dan tajuk rencana koran-koran mengkritik Noda yang memilih Hachiro menjadi salah satu dari 17 menteri dalam kabinetnya sembilan hari yang lalu, dan sekarang tinggal 10 anggota kabinet yang baru pertama kali menjabat sebagai menteri.
Pukulan baru
Pernyataan Hachiro hanya merupakan salah satu kesalahan yang oleh menteri-menteri baru.
"Perdana Menteri harus bertanggung jawab atas penunjukan anggota kabinetnya yang dia klaim merupakan orang yang tepat di posisi yang tepat," kata Sekjen Partai Oposisi Nobuteru Ishihara.
Harian bisnis Nikkei mengatakan:" Perdana Menteri tidak dapat menghindari pertanyaan berkaitan dengan penunjukan itu. Peristiwa tersebut telah menjadi pukulan baru bagi pemerintahan yang awalnya mendapatkan peringkat yang tinggi."
Noda, meruapakan perdana menteri keenam Jepang dalam lima tahun, yang mendapatkan suara dukungan 60 persen.
Pemerintahannya tengah mencari momentum untuk memulihkan dan mendapatkan semangat juang menyusul mundurnya Naoto Kan, yang mendapatkan kritik atas kebijakannya dalam menangani rekonstruksi bencana.
Sebelumnya, setelah melakukan kunjungan ke pabrik Nuklir, Kamis lalu, Hachiro mengatakan: "Sayang sekali, tidak ada jiwa yang terlihat di jalanan yang mengelilingi kota dan desa. In benar-benar mirip kota kematian."
Dia juga menyampaikan guyonan kepada wartawan dalam perjalanan dari Fukushima dengan mengatakan dia dapat menularkan radiasi nuklir dari pakaiannya.





























