Pimpinan sementara Libia ke Tripoli

Sumber gambar, AP
Pemimpin pemerintah sementara Libia, Mustafa Abdul Jalil, terbang ke Tripoli untuk pertama kalinya sejak pasukan anti Gaddafi menguasai ibukota.
Abdul Jalil disambut oleh ratusan orang dan pendukung yang membawa bendera Libia.
Selama ini dia berada di bagian timur Benghazi. Kehadirannya di ibukota merupakan pesan bahwa dia memiliki kekuasaan disana.
Sementara itu di wilayah selatan, pesawat Nato membom Bani Walid dalam pertempuran disana. Wilayah itu merupakan salah satu daerah kekuasaan pasukan Gaddafi.
Secara terpisah, Dana Moneter Internasional telah mengakui bahwa Dewan Transisi Nasional merupakan pemerintah baru Libia.
Pasukan anti-Gaddafi memasuki Tripoli pada 21 Agustus lalu.
Pemerintahan sementara
Sejak itu, Abdul Jalil menjalankan pemerintahan sementara dari Benghazi, pertanyaan muncul mengenai kemampuan dewan transisi untuk menjalankan otoritasnya di wilayah lain negara itu.
Pejabat yang dekat dengan Abdul Jalil menyebutkan masalah keamanan merupakan salah satu alasan dia tetap tinggal disana sampai saat ini.
Sejumlah kerusuhan menyebabkan Abdul Jalil harus dibawa pergi dari Benghazi. Kerumunan orang mencoba mendekatinya seperti prajurit yang berjuang untuk menjalankan perintah.
Dalam sebuah konferensi pers, dia mendesak adanya persatuan.
"Ini bukan saatnya untuk balas jasa dan mengambil keuntungan bagi diri anda. Banyak hak yang hilang dan banyak tragedi terjadi dimana kita harus bediam diri, tetapi ini bukan saatnya. Sekarang adalah saat untuk bersama."
Jurubicara NTC, Jalal al-Gallal menggambarkan kedatangan Abdul Jalil di Tripoli merupakan sejarah, dan dia akan bertemu dengan anggota dewan transisi secara lengkap untuk memulai membangun Libia baru.
Koresponden BBC mengatakan saat ini dia menghadapi tantangan baru, seperti melakukan stabilisasi dan menjalankan administrasi nasional yang efektif.
Tetapi pasukannya berupaya mempertahankan kekuasaan di Bani Walid, salah satu dari empat kota yang mereka kuasai.
Wartawan BBC, Andrew Harding, yang berada dekat kota tersebut, melaporkan situasi disana kacau.

Sumber gambar, Reuters
Para penyerang mengatakan mereka menghadapi persenjataan dan roket dari pendukung Gaddafi yang berada didalam kota tersebut.
Keberadaan Gaddafi
Pasukan anti-Gaddafi telah menguasai sebagian besar wilayah negara itu, dan sampai saat ini tidak diketahui secara pasti keberadaan Kolonel Gaddafi.
Sejumlah konvoi kendaraan dari mantan pendukungnya dilaporkan telah memasuki perbatasan Niger sejak pekan lalu.
Jumat lalu, Pemerintah Niger mengatakan empat pejabat senior Libia telah berada di wilayah mereka.
Niger tidak jelas menyebutkan sikapnya jika Kolonel Gaddafi meminta suaka ke negara itu.
Sabtu lalu, Perdana Menteri Guinea-Bissau mengatakan dia akan "menyambut dengan tangan terbuka" jika Gaddafi datang ke negara Afrika Barat tersebut.





























