Baku tembak di Kabul

Sumber gambar, AP
Baku tembak antara pasukan internasional dan Afghanistan dengan militan pemberontak masih berlangsung hingga malam tadi.
Pejabat Afganistan menyatakan setidaknya empat polisi dan dua warga sipil, termasuk enam orang pemberontak tewas dalam baku tembak ini.
Baku tembak ini terjadi setelah pemberontak menyerang kedutaan Amerika Serikat, markas Nato dan kantor polisi di Kabul.
Serangan dimulai sekitar jam 13.30 waktu setempat Selasa (13/09) ketika sebuah mobil yang berisi militan pemberontak dihentikan di pos penjagaan Lapangan Abdul Haq, sekitar 300 meter dari kedutaan AS.
Saksi mata mengatakan terdengar ledakan besar dan para militan memasuki sebuah bangunan sembilan tingkat yang tengah di renovasi dekat kedutaan AS.
Kemudian, dari atas gedung, lima militan menembaki komplek kedutaan dengan senjata mesin, granat dan kemungkinan juga dengan mortir.
Nato dan kedutaan AS menyatakan tidak ada korban dari pihak mereka.
Klaim Taliban
Taliban mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini.
Pemerintah Afghanistan menyatakan serangan ini dilakukan oleh jaringan Haqqani, sebuah kelompok pemberontak yang terkait dengan Taliban tetapi diyakini beroperasi secara independen.
Wartawan BBC di Kabul melaporkan serangan ini datang disaat AS mulai menarik pasukannya keluar dari Afganistan.
Hingga malam tadi pasukan internasional dan Afghanistan dilaporkan semakin mendekati militan tersisa yang bertahan di lantai atas bangunan tersebut.
Sejumlah laporan menyebutkan helikopter AS terbang mengawasi dari atas gedung, sementara helikopter MI-35 Afghanistan juga melakukan tembakan ke para militan.
Intelijen Afghanistan juga dilaporkan berhasil masuk ke lantai bawah bangunan, mengumpulkan data untuk merencanakan serangan lanjutan.
Serangan lain

Sumber gambar, Reuters
Dalam waktu yang bersamaan dua serangan juga terjadi di bagian barat kota Kabul.
Dua serangan bom bunuh diri berlangsung di sebuah kantor polisi.
Sedangkan serangan ketiga berhasil digagalkan setelah seorang pembom bunuh diri berhasil ditembak mati saat dia mencoba menerobos masuk ke dalam bandara.
Laporan lain menyebutkan sebuah penjara yang berada dalam pengawasan badan intelijen juga menjadi target penyerangan.
Seorang juru bicara Taliban mengatakan serangan ini ditujukan sebagai ''serangan bunuh diri yang besar ke fasilitas intelijen lokal dan asing''.
Haroun Mir, direktur Pusat Riset dan Kajian Kebijakan Afghanistan mengatakan, ini adalah untuk pertama kalinya kelompok militan melakukan serangan di empat tempat berbeda.
"Jaringan Haqqani memiliki dukungan penuh dari al-Qaeda dan memiliki kapasitas yang sangat memungkinkan untuk melakukan serangan semacam ini,'' katanya.
Sementara itu Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengutuk serangan ini dengan mengatakan tidak akan menghalangi upaya pasukan Afghanistan mengambil alih penjagaan keamanan dari pasukan internasional yang mulai ditarik.
"Dengan melakukan serangan teroris, tidak akan menghentikan pengalihan keamanan dari internasional ke pasukan Afghanistan,'' katanya dalam sebuah pernyataan.
Awal tahun ini, pasukan internasional yang tergabung dalam NATO telah menyerahkan tanggung jawab keamanan di tujuh kawasan di Afghanistan, termasuk dua provinsi.





























