Palestina tetap ingin menjadi anggota PBB

Sumber gambar, AP
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengajukan diri menjadi anggota penuh PBB pekan depan.
Dalam pidato di Ramallah yang disiarkan secara nasional, Presiden Abbas mengatakan negara Palestina yang diajukan ke Dewan Keamanan didasarkan pada batas pada 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota.
"Kami akan mewujudkan keinginan ini dan mengakhiri penderitaan yang telah berlangsung lama," kata Presiden Abbas.
"Kami ingin seperti warga dunia lain yang bisa menikmati kebebasan dan kemerdekaan di wilayah negara Palestina, sesuai batas 4 Juli 1967 dengan ibukota di Yerusalem Timur," tambahnya.
Sebelumnya pemerintah Amerika Serikat meminta Palestina mengurungkan niat mengajukan diri sebagai anggota penuh PBB.
Ditentang AS
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan ada pengakuan yang makin besar di kalangan pihak-pihak terkait bahwa jawaban nyata atas persoalan Palestina dan Israel adalah melalui jalur perundingan.
Dan dalam wawancara dengan BBC, Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice mengatakan upaya sepihak membentuk negara akan mengurangi kemungkinan diadakannya perundingan.
Pemerintah AS mengatakan akan menggunakan hak veto di Dewan Keamanan untuk menggagalkan upaya Palestina.
Pemerintah Israel mengecam langkah Palestina dengan mengatakan pengakuan PBB tidak akan ada artinya.
"Saya akan katakan kepada orang-orang Palestina. Mendapatkan pengakuan PBB melalui selembar kertas bukan berarti bisa langsung mendirikan negara," kata Mark Regev, juru bicara pemerintah Israel.
"Mengapa Anda melakukan hal ini? Satu-satunya cara mewujudkan perdamaian dan mendirikan negara Palestina adalah melalui perundingan dengan Israel," kata Regev.





























