Mantan presiden Afghanistan tewas dibom

Burhanuddin Rabbani

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Burhanuddin Rabbani memimpin Afghanistan berundingan dengan kelompok Taliban

Ketua Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan Burhanuddin Rabbani tewas dalam serangan bom di rumahnya di Kabul, kata para pejabat kepada BBC.

Para pejabat mengatakan Rabanni sedang menemui dua anggota Taliban di kediamannya ketika terjadi ledakan.

Hingga kini belum jelas apakah kedua anggota Taliban tersebut terlibat dalam serangan.

Sejumlah laporan yang belum bisa diverifikasi kebenarannya menyebutkan Rabbani mungkin dibunuh oleh pembom bunuh diri.

Burhanuddin Rabbani adalah mantan presiden Afghanistan dan sekaligus memimpin partai oposisi utama di negara itu.

Sebagai ketua Dewan Tinggi Perdamaian, Rabbani berada di garis depan dalam upaya menjalin perundingan dengan Taliban.

Menentang serangan bunuh diri

Ketika Dewan Tinggi Perdamaian dibentuk, Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyebutnya sebagai harapan terbesar bagi rakyat Afghanistan dan menyerukan kepada Taliban untuk memanfaatkan kesempatan itu membantu menciptakan perdamaian.

Namun sebagian besar anggota dewan terdiri dari mantan pemimpin milisi yang menghabiskan waktu bertahun-tahun memerangi Taliban dan masuknya mereka di dewan diragukan apakah bisa membuat dewan berhasil menjalankan misi.

Rabbani baru-baru berpidato dalam konferensi keagamaan di Iran dan menyerukan kepada cendekiawan Muslim untuk menyuarakan tentangan terhadap serangan bunuh diri.

Dia digulingkan dari kursi presiden oleh Taliban pada 1996.

Sejak saat itu, Rabbani menjadi ketua Aliansi Utara menentang Taliban. Aliansi Utara utamanya terdiri dari kelompok-kelompok etnik non-Pashtun.

Ketika kelompok-kelompok utara itu kembali ke Kabul dengan dukungan pasukan PBB dan menggulingkan Taliban pada 2001, Rabbani masih diakui oleh PBB sebagai presiden resmi Afghanistan.