Israel-Palestina diminta kembali berunding

Palestina

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Dukungan Palestina menjadi negara dipasang di pintu masuk antara Yerussalem dan Ramalah

Empat negosiator Timur Tengah mendesak Israel dan Palestina untuk melanjutkan pembicaraan damai dalam satu bulan ini yang tertujuan untuk mencapai kesepakatan pada akhir 2012.

Reaksi empat perunding yaitu Uni Eropa, PBB, AS dan Rusia, disampaikan setelah pemimpin Palestina Mahmoud Abbas secara resmi mengajukan permohonan kepada PBB agar diakui sebagai negara merdeka.

Perundingan damai Israel dan Palestina terhenti pada September 2010.

Palestina melakukan protes dengan meninggalkan ruangan pertemuan, terhadap pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada PBB bahwa inti dari konflik bukan mengenai pembangunan pemukiman tetapi penolakan Palestina terhadap Israel sebagai negara Yahudi.

Proposal lengkap

"Dalam beberapa bulan akan ada sebuah persiapan pertemuan antara pihak yang terlibat untuk menyetujui agenda dan metode perundingan," kata pernyataan empat negosiator.

"Dalam pertemuan itu akan ada sebuah janji antara kedua pihak untuk mencapai kesepakatan yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu oleh para pihak, tetapi tidak lebih dari akhri tahun 2012."

Empat perunding mengatakan Israel dan Palestina harus mempersiapkan "proposal lengkap dalam tiga bulan tentang batas wilayah dan keamanan," dan "kemajuan yang berarti" harus dicapai dalam enam bulan.

Sebuah konferensi internasional untuk membicarakan masalah-masalah yang belum terselesaikan akan dilakukan di Moskow" dalam waktu yang tepat," kata perunding Timur Tengah.

Mereka mengatakan pemimpin Israel dan Palestina tengah mempelajari proposal empat perunding.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan dia berharap kedua pihak memberikan reaksi positif terhadap rencana itu.

"Jika ada waktu untuk menyelesaikan konflik itu, ini saatnya," kata Lady Ashton.

"Ini karena Israel khawatir dengan keamanannya, karena masyarakat Palestina telah menunggu lama untuk diakui sebagai negara."

Sebelumnya, Pemimpin Palestina menyampaikan secara resmi permohonan untuk menjadi anggota penuh PBB, dalam sidang umum di New York. Dia meminta agar Dewan Keamanan merujuk pada batas wilayah yang ditetapkan tahun 1967.