Jepang akan terima Boeing 787 pertama

Boeing Dreamliner

Sumber gambar, boeing

Keterangan gambar, Pengiriman perdana Dreamliner 787 ke Jepang tertunda selama tiga tahun

Perusahaan Amerika Serikat Boeing secara resmi akan menyerahkan pesawat 787 Dreamliner pertama ke maskapai penerbangan Jepang All Nippon Airways (ANA), setelah tiga tahun tertunda.

Pesawat ini sedianya dikirim tahun 2008 namun Boeing mengalami sejumlah kendala termasuk kebakaran selama uji penerbangan Januari lalu.

Pesawat hemat bahan bakar ini terbuat dari bahan-bahan yang ringan.

Boeing merencanakan untuk membuat 10 pesawat per bulan mulai tahun 2013.

Pesawat baru ini akan diserahkan ke ANA di Everett, Washington sebelum diterbangkan ke Tokyo dan tiba hari Rabu (28/09).

Perjalanan panjang

Boeing mengatakan pesawat dengan jendela besar ini dirancang dengan udara yang lebih bersih di dalam kabin sehingga penumpang tiba di tempat tujuan lebih segar.

Namun masalah dengan Dreamliner ini sempat merusak reputasi Boeing dan perusahaan itu memperkirakan akan banyak pemesanan di masa depan.

Wakil presiden pemasaran Boeing Randy Tinseth mengatakan kepada BBC, "Program ini telah melalui perjalanan panjang. Kami yakin pesawat ini merupakan pesawat hebat."

"Di masa depan, kami melihat potensi adanya ribuan pemesanan 787," tambah Tinseth.

Saat ditanya soal penundaan program 787, Tinseth menambahkan, "Selalu ada risiko dengan pesawat terbang baru."

Ia mengatakan, "Kami menghabiskan lebih banyak dana untuk pesawat ini, lebih dari yang kami perkirakan, dan kami yakin program ini tetap menguntungkan."

Produksi Dreamliner saat ini sekitar 2,5 pesawat sebulan.

Saingan Airbus

Sejauh ini Boeing telah memiliki 821 pemesanan untuk 787, yang menurut perusahaan itu 20% lebih hemat bahan bakar dibandingkan dengan pesawat lain dengan ukuran yang sama.

Jumlah penumpang maksimum adalah 290 orang dalam versi terbesar 787-9.

Pesawat 787 ini jauh lebih kecil dibandingkan pesawat Boeing jumbo 747.

Namun, Boeing mengatakan 787 akan lebih populer karena dapat terbang langsung ke bandara-bandara yang lebih kecil.

Saingan Boeing, Airbus, saat ini tengah mengembangkan saingan langsung 787, Airbus A350 XWB.