Wanita Australia 'boleh' bertempur

Tentara wanita Australia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Meski larangan dicabut, penerapan perubahan baru diperkirakan memerlukan waktu lama

Australia mengumumkan pencabutan semua pembatasan terhadap peran wanita yang bertugas di angkatan bersenjata.

Tentara wanita yang secara fisik dan psikologis memenuhi syarat, sekarang boleh ditempatkan di satuan khusus dan satuan-satuan tempur.

Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith mengatakan larangan itu akan dicabut secepatnya tetapi mungkin diperlukan waktu setidaknya lima tahun sebelum militer bisa menerapkan perubahan besar ini.

"Mulai hari ini dan seterusnya, tugas perang, tugas di garis depan tidak akan ada perkecualian bagi warga Australia atas dasar jenis kelaminnya," kata Smith.

Dia menambahkan tugas-tugas itu sekarang terbuka bagi siapa saja asal memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.

Militer Australia mempunyai 59.000 anggota penuh, termasuk 1.500 personel yang sedang bertugas di Afghanistan.

Pada saat ini, wanita bisa menempati sekitar 93% peran militer yang ada, antara lain tugas-tugas artileri.

Permainan politik

Namun para penentang menyebut pencabutan larangan ini sebagai permainan politik.

Kepala lembaga kelompok lobi Asosiasi Pertahanan Australia Neil James mengatakan pemerintah "mendahului" penelitian yang saat ini dilakukan oleh para pejabat pertahanan mengenai kemampuan wanita dalam konteks militer.

"Ini sebenarnya tidak lebih dari sekedar permainan politik dan untuk mengalihkan perhatian," kata James seperti diberitakan radio ABC.

Pihak berwenang sekarang sedang mengkaji ulang kasus pelecehan seks di jajaran militer setelah mencuat skandal seks di Akademi Militer Australia.

Kajian ini menerima begitu banyak keluhan sehingga pelaksanannya diperpanjang satu bulan lagi dan dijadwalkan akan mengeluarkan laporan pada 30 September.

Keluhan yang masuk tercatat 1.000 lebih.

Penyelikan bermula ketika dua kadet Akademi Militer dituduh secara diam-diam merekam seorang kadet wanita melakukan hubungan seks dan kemudian mengunggah rekaman ke internet.

Selain Australia, Kanada, dan Selandia Baru telah mengizinkan wanita menjalankan segala tugas militer di semua lini.