Cina kecam Burma karena batalkan proyek bendungan

Sumber gambar, Reuters
Beijing mendesak Burma untuk melindungi hak-hak perusahaan Cina setelah pemerintahan negeri itu membatalkan pembangunan bendungan Myitsone di Sungai Irrawaddy yang disokong Cina.
"Pembangkit listrik Myitsone adalah proyek bersama Cina dan Burma yang sudah mendapat kajian dari dua pihak," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hong Lei.
Sehingga, lanjut Hong, pemerintah Cina menyerukan agar kedua negara mengatasi masalah ini dengan cara yang semestinya melalui sebuah konsultasi yang bersahabat.
Komentar ini menyusul keputusan Presiden Burma, Thein Sein, yang membatalkan proyek bendungan besar itu karena desakan masyarakat.
Keputusan Thein Sein ini mendapat dukungan Amerika Serikat yang menilai langkah ini sebagai sebuah kemajuan karena junta militer Burma mendengarkan kehendak rakyatnya.
Namun keputusan ini membuat Cina, yang selama ini menjadi investor dan mitra dagang terbesar Burma, meradang.
Apalagi, proyek bendungan di wilayah utara Burma itu disokong Power Investment Corp, perusahaan energi terbesar Cina.
Mendapat protes
Sejak awal, proyek pembangunan bendungan ini sudah mendapat kritik dari kelompok pro demokrasi dan aktivis lingkungan Burma.
Para pegiat lingkungan memperingatkan proyek itu akan menggenangi wilayah seluas Singapura, menenggelamkan puluhan desa dan mengakibatkan lebih dari 10.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Selain itu, proyek raksasa ini juga dikhawatirkan akan merusak salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia.
Para aktivis mendesak China Power Investment untuk memindahkan pekerja dan peralatannya dari lokasi pembangunan agar penduduk yang terpaksa pindah bisa kembali ke kediaman mereka.
Sementara itu, Burma Rivers Network, sebuah lembaga pemerhati komunitas korban pembangunan bendungan juga menyerukan agar enam proyek bendungan lain di sepanjang Sungai Irrawaddy dibatalkan.





























