Warga Sirte Libia butuh bantuan medis

Pasukan NTC di Sirte

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pasukan NTC mulai melancarkan serangan ke Sirte beberapa minggu lalu.

Warga di Sirte, Libia, membutuhkan bantuan pengobatan, seperti disampaikan oleh Palang Merah Internasional ICRC.

Sebuah tim dari ICRC membawa perlengkapan dan pasokan perlengkapan untuk sebuah rumah sakit di kota yang sedang terkepung.

Otoritas pasukan transisi Libia mendesak gencatan senjata selama dua hari, agar warga sipil dapat diijinkan untuk meninggalkan kota tersebut, tetapi tim ICRC justru mendapatkan tantangan.

Pasukan militer pendukung pemimpin Libia yang dipecat, Kolonel Muammar Gaddafi kembali terdesak kedalam kota.

Sirte merupakan tempat kelahiran Gaddafi, dan Bani Walid merupakan pusat pertahanan pasukan pendukungnya dalam melawan pasukan dari Dewan Transisi Nasional NTC.

ICRC di Genewa mengatakan tim membutuhkan jalur yang aman dari kedua pasukan untuk dapat memasuki perbatasan dan menjangkau RS Ibn Sima.

Pasien berdatangan

"Rumah sakit menerima banyak pasien, persediaan obat-obatan menurun dan sangat membutuhkan oksigen. Dan yang paling utama adalah waduk sebagai pemasok air rusak," kata pernyataan ICRC.

Tetapi tim tidak dapat memeriksa para korban luka karena rumah sakit mengalami kebakaran.

"Sejumlah roket mendarat dekat dengan bangunan rumah sakit," kata ketua tim ICRC Hichem Khadhraoui, kepada kantor berita AFP.

"Kami melihat kebakaran dimana-mana. Saya tidak tahu darimana itu berasal," kata Khadhraoui.

Petugas rumah sakit mengatakan kepada Palang Merah, bahwa pasien sedang sekarat karena kekurangan oksigen dan bahan bakar untuk generator, kata dia.

Pasukan yang loyal terhadap Gaddafi membangun pertahanan di Sirte, sejak pasukan pendukung Dewan Transisi Nasional NTC mulai serangan beberapa minggu lalu.

Jumat lalu, tentara NTC menduduki bandara. Pasukan dari timur dan barat negara itu bergerak ke kota dan mencoba untuk melakukan koodinasi serangan melawan pasukan Gaddafi di pusat kota.