Aung San Suu Kyi ragukan janji reformasi

Sumber gambar, AFP
Pemimpin prodemokrasi Burma Aung San Suu Kyi mengatakan pihaknya tidak yakin pemerintah baru serius menjalankan reformasi, enam bulan setelah pemerintah militer berakhir.
Dalam wawancara dengan BBC Aung San Suu Kyi mengatakan presiden Burma diyakini bersedia melakukan reformasi namun skala dan efektivitas pembaruan ini masih harus dilihat.
"Kita mulai bisa melihat awal dari suatu perubahan. Saya yakin presiden ingin menjalankan pembaruan. Tapi apakah bisa efektif, masih harus kita tunggu," kata Aung San Suu Kyi.
Untuk mendorong demokratisasi di Burma, kata Aung San Suu Kyi, masyarakat internasional harus satu suara.
"Saya selalu mengatakan upaya internasional harus lebih terkoordinasi agar dampaknya makin terasa bagi Burma," katanya.
"Jika setiap negara mengambil langkah yang berbeda, maka ini hanya akan mengurangi efektivitas aksi mereka," tandas Aung San Suu kyi.
Peraih Hadiah Nobel Perdamaian ini mengatakan ingin melihat roda demokrasi bergerak beberapa langkah lagi sebelum ia bisa menyimpulkan bahwa arus demokrasi memang berjalan di Burma.
Burma sekarang dijalankan oleh pemerintah baru yang didukung penuh oleh militer.
Mereka meraih kemenangan di pemilihan umum yang diselenggarakan ketika Aung San Suu Kyi masih menjalani tahanan rumah.





























