Suu Kyi: angin perubahan Burma mulai nampak

Aung San Suu Kyi

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Aung San Suu Kyi yakin Burma akan menjadi negara demokratis.

Pegiat HAM Burma, Aung San Suu Kyi mengatakan dirinya mulai melihat munculnya perubahan politik di negeri itu meski masih jauh dari cita-cita kebebasan ideal.

Dalam wawancara dengan kantor berita AFP itu, Suu Kyi menegaskan dirinya merasakan itikad pemerintah Burma untuk melangkah menuju pemerintahan yang demokratis benar-benar tulus.

Selanjutnya Suu Kyi menegaskan dia tidak sepakat dengan gagasan untuk mengubah tatanan politik Burma secara drastis seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah.

"Saya selalu katakan, saya adalah tipe optimistis yang hati-hati dan akan tetap seperti itu," kata Suu Kyi.

"Saya yakin presiden ingin membawa perubahan positif namun sejauh mana keinginannya, itulah pertanyaan yang harus dijawab," lanjut dia.

Setelah hampir setengah memeirntah Burma dengan tangan besi, junta militer pada Maret lalu menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru pimpinan Presiden Thein Sein.

Thein Sein adalah mantan jenderal yang memilih pensiun untuk maju dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Bertemu presiden

Pemilihan umum November tahun lalu dimenangkan partai politik yang didukung militer. Hasil pemilu ini mendapat protes keras karena dianggap penuh kecurangan.

Protes juga muncul akibat tidak diperbolehkannya Aung San Suu Kyi mengikuti pemilu setelah dibebaskan dari tahanan rumah selama tujuh tahun.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, pemerintah Burma menunjukkan tanda-tanda menanggapi kritik yang dilontarkan Suu Kyi dan partia Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinannya.

Bahkan bulan lalu Suu Kyi bertemu langsung dengan Presiden Thein Sein di kediaman resminya di ibukota, Naypyidaw. Pertemuan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Keduanya bahkan berfoto bersama di bawah potret besar pahlawan nasional Aung San, yang adalah ayah Suu Kyi.

Meski rincian pembicaraan keduanya belum diketahui namun Suu Kyi mengatakan mereka berhasil mencapai kesamaan pandangan dalam beberapa hal.

"Kami memiliki banyak kesamaan khususnya dalam hal-hal yang ingin kami lakukan untuk negeri in," kata Suu Kyi kala itu.