Korsel: krisis pangan di Korut tidak parah

Sumber gambar, Reuters
Menteri Korea Selatan yang membidangi hubungan dengan Korea Utara mengatakan kekurangan pangan di Korea Utara sepertinya tidak terlalu parah.
"Saya kira situasinya tidak terlalu mengkhawatirkan," kata Menteri Unifikasi Yu Woo-ik di Soul, hari Kamis (6/10) seperti dikutip kantor berita Korea Selatan Yonhap.
Ia menjelaskan yang terjadi di lapangan adalah jumlah panen kali ini tidak sebesar panen-panen sebelumnya.
Menteri Yu Woo-ik menyampaikan pernyataan ini di tengah tayangan televisi Reuters tentang pedesaan Korea Utara yang menunjukkan anak-anak yang kekuarangan gizi dan sawah yang rusak akibat banjir.
Tim Reuters mengambil gambar di Korea Utara atas undangan pemerintah komunis.
Krisis besar
Hari Selasa, Korea Selatan membatalkan upaya mengirim bantuan banjir ke Korea Utara, dengan mengatakan Pyonyang tidak menanggapi tawaran Korea Selatan.
Pernyataan Yu Woo-ik tidak sesuai dengan data yang dikeluarkan badan PBB Program Pangan Dunia (WFP) yang pekan lalu mengatakan sepertiga anak-anak Korea Utara di bawah usia lima tahun mengalami kekurangan gizi kronis.
WFP mengatakan kondisi anak-anak ini bisa menjadi makin parah bila tidak segera mendapatkan bantuan.
Badan-badan bantuan Amerika Serikat mendesak pemerintah AS menawarkan bantuan pangan ke Korea Utara karena kelaparan bisa memburuk dan berubah menjadi krisis besar tahun depan.
Pada 1990-an terjadi bencana kelaparan di Korea Utara yang dilaporkan menewaskan ratusan ribu orang.





























