Aktivis Korsel protes pembangunan pangkalan militer

South Korea naval base protest

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Polisi berusaha keras mengusir pengunjuk rasa anti pembangunan pangkalan angkatan laut.

Para pengunjuk rasa berkumpul di Gangjeong, Pulau Jeju, Korea Selatan untuk menentang pembangunan pangkalan angkatan laut baru di kawasan itu.

Mereka terdiri dari berbagai kalangan seperti tokoh agama, aktivis politik dan berbagai kelompok masyarakat yang menginginkan pembangunan itu dibatalkan.

Polisi anti huru hara kini menjaga di sekeliling tembok abu-abu yang mengitari lokasi pembangunan.

Ketegangan meningkat setelah polisi mendatangi lokasi untuk mengusir pengunjuk rasa yang memblokade lokasi itu sejak Juni lalu.

"Peralatan berat sudah datang ke lokasi setelah Angkatan Laut mendirikan pagar untuk mencegah pengunjuk rasa datang kembali," kata seorang juru bicara kepolisian di Seoul kepada AFP.

Sementara itu, wartawan BBC di Gangjeong, Lucy Williamson melaporkan jalan raya di sekitar lokasi dipenuhi bendera kuning dan spanduk yang menentang pembangunan pangkalan.

Tingkatkan ketegangan

Meski mendapat tentangan, pemerintah Korea Selatan menganggap pangkalan yang biaya pembangunannya mencapai US$970 juta atau sekitar Rp8 triliun itu sangat penting untuk menjaga keamanan nasional.

Sehingga, pemerintah bersikukuh pembangunan pangkalan itu tak bisa ditunda lebih lama lagi.

Pembangunan pangkalan angkatan laut ini dijadwalkan selesai pada 2014 dan nantinya pangkalan ini bisa menampung 20 kapal perang untuk melindungi jalur perdagangan di wilayah paling selatan Korea Selatan.

Sebagian warga setempat dan kelompok penentang menduga pangkalan ini nantinya juga akan digunakan kapal-kapal perang Amerika Serikat sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan ketegangan dengan Cina dan merusak lingkungan setempat.

Namun, pendukung proyek ini juga tak sedikit. Sebagian kalangan menilai proyek ini selain meningkatkan keamanan kawasan juga akan menambah pendapatan daerah tersebut.