Operasi militer Turki terhadap pemberontak Kurdi

Sumber gambar, BBC World Service
Turki melancarkan serangan militer besar-besaran di Irak utara sebagai tanggapan atas serangan pemberontak Kurdi yang menewaskan 24 tentara Turki.
Pernyataan yang dikeluarkan militer Turki menyebutkan 22 batalion, yang terdiri dari sekitar 10.000 tentara, dikerahkan dalam operasi di sekitar perbatasan Turki dan Irak.
Pasukan darat itu -yang melibatkan satuan komandan paramiliter- mendapat dukungan pesawat tempur dan helikopter.
Operasi terpusat pada lima wilayah yang terpisah, namun tidak ada rincian mengenai jumlah tentara yang dikerahkan masuk ke perbatasan di wilayah Irak.
Laporan-laporan yang belum bisa dikukuhkan mengatakan sedikitnya 20 militan Kurdi tewas sejak operasi besar ini dilancarkan.
NATO dan Amerika Serikat sudah mengeluarkan pernyataan yang mendukung pemerintah Turki.
Hari Rabu 19 Oktober, kelompok pemberontak Kurdi di bawah bendera Partai Pekerja Turki, PPK, menewaskan 24 tentara di dalam wilayah Turki di dekat perbatasan.
Tekad Ankara
Serangan di Provinsi Hakkari itu menyebabkan jumlah korban jiwa terbesar dalam tentara Turki sejak tahun 1993 dan Presiden Abdullah Gul bertekad untuk memberantas KPK.
"Militer bertekad melaksanakannya, baik dari darat maupun udara," kata Presiden Gul dalam pernyataan yang disiarkan di televisi.
Parlemen Turki belum lama ini memperbarui undang-undang yang mengizinkan pasukan Turki mengejar pemberontak sampai ke kawasan perbatasan Irak.
Kekerasan antara tentara Turki dan pemberontak Kurdi KPK -yang memperjuangkan otonomi yang lebih luas di Turki tenggara- memang meningkat belakangan ini.
Sejak tahun 1984, ketika PPK memulai perjuangannya, sudah jatuh korban puluhan ribu jiwa akibat konflik ini.





























