200 tewas akibat gempa Turki

Sumber gambar, bbc
Korban tewas akibat gempa kuat di Turki mencapai ratusan jiwa
Korban kemungkinan masih akan bertambah mengingat masih banyak korban yang terjebak di reruntuhan.
Kebanyakan korban dilaporkan berada di kota Ercis, dekat perbatasan Iran, dimana lusinan bangunan runtuh akibat gempa berkekuatan 7,2 SR, Minggu (23/10).
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mengunjungi kawasan Van, memastikan 200 orang meninggal, 45 di kota Ercis dan 93 di Van.
Dia menambahkan 350 orang lainnya luka-luka.
Lebih dari 80 bangunan, termasuk asrama, runtuh akibat gempa di kota Van.
Bantuan cepat
Walikota Van Zulfikar Arapoglu mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan secepatnya ''Kami butuh bantuan cepat, kami butuh bantuan medis,'' katanya.
Kerusakan serius dan jatuhnya korban juga dilaporkan terjadi di kota Celebibag, dekat Ercis.
''Ada banyak orang terjebak di bawah reruntuhan,'' kata walikota Celebibag, Veysel Keser.
"Kami bisa mendengar orang berteriak meminta tolong, kami butuh bantuan secepatnya,'' pintanya.
Kepala badan seismologi Turki memperkirakan ratusan orang kemungkinan tewas akibat gempa ini.
"Kami perkirakan sekitar 1.000 bangunan rusak dan perkiraan kami ratusan jiwa tewas, bisa 500 atau bahkan 1.000,'' kata Mustafa Erdik, manajer umum Observatori Kandilli.
Pencarian malam

Sumber gambar, n
Saat malam tiba, warga kota Van dan Ercis memilih untuk tinggal di luar rumah dengan mendirikan tenda-tenda.
Sementara tim penyelamat masih melanjutkan pencarian dengan bantuan alat penerang, dan menggali dengan tangan dan sekop.
Suhu udara diperkirakan turun hingga mendekati titik beku pada malam hari sehingga bisa mengganggu pencarian korban.
Gempa juga menyebabkan saluran telepon putus dan aliran gas di sejumlah kawasan sengaja dihentikan untuk menghindari resiko kebakaran.
Wartawan BBC di Instanbul melaporkan banyak tim penyelamat yang dikerahkan ke lokasi gempa.
Hakki Erskoy, dari Palang Merah Turki mengatakan bantuan dari kawasan utara dan timur Turki telah dikirim ke lokasi gempa.
Tim juga membawa tenda untuk perlindungan dan selimut, makanan dan air bagi korban.
Sampai saat ini Turki menyatakan belum memerlukan bantuan asing untuk menangani gempa ini.
Turki merupakan salah satu negara yang rentan dengan gempa.
Dua gempa pada tahun 1999 dengan besaran lebih dari 7 Skala Richter menewaskan 20.000 orang.





























