Libia minta NATO perpanjang operasi

Sumber gambar, Reuters
Kepala pemerintahan transisi Libia menyerukan agar NATO memperpanjang operasi mereka di Libia sampai akhir tahun.
Kepala Dewan Transisi Nasional, Mustafa Abdul Jalil megnatakan perpanjangan itu diperlukan untuk membantu rakyat Libia mengawasi surplus senjata dan menghadapi pendukung Gaddafi.
NATO menunda keputusan akhir terkait misi organisasi itu di Libia.
NATO sebelumnya memutuskan untuk mengakhiri operasi tanggal 31 Oktober.
"Kami berharap (NATO) akan terus melakukan operasi sampai paling tidak akhir tahun ini untuk membantu kami dan negara-negara tetangga," kata Jalil di Qatar dalam pertemuan negara-negara yang mendukung upaya NTC.
Ia mengatakan seruan itu ditujukan untuk "menjamin tidak ada senjata yang masuk ke negara-negara itu dan menjamin keamanan rakyat Libia dari sisa-sisa pendukung (mantan pemimpin Libia) Muammar Gaddafi."
Jalil menambahkan NTC ingin bantuan untuk membantu pengembangan "sistem pertahanan dan keamanan Libia."
NATO, yang telah beroperasi di Libia sejak Maret lalu dibawah mandat PBB untuk melindungi warga sipil, mengatakan akan memutuskan waktu operasi di Libia pada hari Jumat (28/10).
"Seperti yang disepakati, NATO akan terus mengawasi situasi di lapangan dan mengawasi ancaman apapun terhadap warga sipil," kata juru bicara NATO Carmen Romero.
Dipertanyakan organisasi HAM
Kepala angkatan bersenjata Qatar Mayor Jendral Hamad bin Ali al-Atiya mengatakan kepada kantor berita AFP, negaranya telah mengerahkan pasukan di Libia.
"Pasukan Qatar yang berada di lapangan ratusan orang di setiap wilayah," kata al-Atiya.
Negara Teluk yang kaya gas ini juga sebelumnya membantu operasi udara NATO.
Di tengah perkembangan ini, NTC mendapatkan tekanan dari sejumlah organisasi hak asasi terkait meninggalnya Gaddafi pekan lalu.
Pasukan NTC dituduh menembak mati Gaddafi setelah ditangkap.
"Saya menyerukan kepada pasukan bersenjata untuk mencegah penindasan kepada rakyat Libia dan warga asing," kata Philippe Kirsch, kepala Komisi Penyelidikan PBB di Libia.
Gaddafi ditembak mati setelah ditangkap dalam keadaan hidup di kota kelahirannya Sirte.
Para pejabat NTC mengatakan ia tertembak di tengah pertempuran namun kelompok-kelompok hak asasi mempertanyakan bagaimana Gaddafi dan putranya Mutassim tewas.





























