Saif Gaddafi diduga kabur dari Libia

Sumber gambar, AFP
Jaksa Penuntut pada Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) mengatakan anak almarhum pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, yakni Saif al-Islam diduga telah mencoba kabur dari negara itu dengan bantuan tentara bayaran.
Dalam pernyataannya pada Dewan Keamanan PBB, Jaksa Luis Moreno-Ocampo menyerukan agar negara-negara di dunia menolak membantu Saif kabur.
Mahkamah yang dipimpin Moreno-Ocampo tengah merundingkan penyerahan diri laki-laki umur 39 tahun itu, agar nanti dapat diadili dengan dakwaan kejahatan perang.
Ocampo juga mengatakan pihaknya tengah menyelidiki tudingan kejahatan perang yang diajukan terhadap pasukan koalisi pimpinan NATO serta pendukungnya, selain menyelidiki dugaan pelanggaran dari kubu pro-Gaddafi.
Dia menjanjikan penyeldikan terhadap tudingan pelanggaran dari dua sisi secara "tak berpihak dan independen".
Saif al-Islam, yang semula diduga akan dijadikan pewaris tahta kepemimpinan Libia setelah ayahnya, kini bersembunyi.
Menurut ICC kini negosiasi tengah dilangsungkan dengan juru tengah untuk merumuskan penahanannya, setelah Muammar Gaddafi tewas 20 Oktober lalu.
'Menuju Niger'
Ocampo juga mengatakan tengah menyelidiki bukti tentang dugaan adanya pemerkosaan massal yang dlakukan pasukan pro-Gaddafi, selain tudingan ada kejahatan perang oleh pasukan sekutu NATO dan kelompok perlawanan Libia.
"Tudingan-tudingan ini akan diselidiki dengan tanpa berpihak dan independen oleh jaksa."
Tudingan terhadap pasukan pasukan pendukung Dewan Transisi Nasional (NTC) Libia, termasuk melakukan penahanan pasukan yang diduga tentara bayaran serta pembunuhan tentara yang ditahan, kata Ocampo.
namun dirinya tak merinci tuduhan terhadap pasukan pendukung NATO, yang melakukan serangan udara dengan menggunakan mandat PBB untuk melindungi warga sipil sebagai alasannya.
Dalam sejumlah laporan bulan lalu disebutkan bahwa Saif al-Islam berada di tengah konvoi menuju wilayah perbatasan antara Libia dan gurun Niger, dimana sekutu Gaddafi lainnya telah lebih dulu kabur, namun laporan-laporan ini belum dikonfirmasi kebenarannya.





























