Berlusconi menegaskan tidak akan segera mundur

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Italia, Silvio Berluscon, mengatakan tidak akan mencalonkan diri lagi jika Italia melakukan pemilihan umum dini.
Hal itu ditegaskannya sehari setelah sempat berjanji akan mengundurkan diri menyusul keputusan parlemen meloloskan reformasi anggaran.
"Saya akan mengundurkan diri begitu UU disahkan dan karena saya yakin tidak ada kemungkinan mayoritas yang lain, saya berpendapat pemilihan umum digelar awal Februari dan saya tidak akan mencalonkan diri saat itu," kata Berlusconi.
Namun keinginan Berlusconi menggelar pemilihan umum tidak sepenuhnya didukung oleh pihak oposisi yang mengharapkan pembentukan pemerintah nasional yang melibatkan mereka.
Majelis Tinggi parlemen Italia -atau Senat- diperkirakan akan mengesahkan paket reformasi anggaran pada akhir bulan ini untuk mengangkat kembali perekonomian Italia yang ikut terpukul oleh krisis ekonomi di kawasan negara pengguna mata uang euro.
Begitu undang-undang tersebut disahkan, maka Presiden Italia akan melakukan konsultasi dengan partai-partai politik untuk membahas langkah selanjutnya.
Kecil kemungkinan
Bagi Berlusconi, naik turun dalam panggung politik Italia merupakan hal yang biasa. Saat ini dia bahkan sedang terlilit sejumlah masalah hukum dan tuduhan skandal seks.
Dan pemungutan suara untuk anggaran di majelis rendah yang berlangsung Selasa (08/11) lebih merupakan indikasi tapi bukan menjadi penentu dari karir politiknya.
"Oleh kalangan oposisi itu memang dirujuk, lihat Anda ini sudah tidak poluler lagi di kalangan masyarakat Italia, jadi Anda harus mundur. Tapi sepertinya bagi Berlusoni itu bukan hal yang tidak terlalu dia hiraukan," tutur Krishna Hannan, Pejabat Urusan Politik KBRI Italia di Roma.
Selain itu koalisi Berlusconi tampaknya masih solid di Senat walau di Majelis Rendah tampak tidak memberikan dukungan total kepada Berlusconi.
"Koalisi Berlusconi di Majelis Rendah memang kelihatannya sudah kehilangan mayoritas, namun sesuai dengan konstitusi Italia, referedunm maupun voting harus melalui dua kamar, Majelis Rendah dan Senat. Namun koalisi di Senat masih cukup kuat," tambah Hannan.
Hannan juga mengatakan sejauh ini tampaknya kecil kemungkinan untuk menggelar pemilihan umum dini.
"Kami pernah berbincang-bincang dengan kalangan oposisi di Italia, menurut kalangan oposisi untuk melakukan pemilihan dini memang mendesak tapi biayanya tinggi dan akan semakin memberatkan masyarakat Italia, sehinga kemungkinanya kecil."
Dalam situasi seperti itu, pembicaraan tentang pengganti Silvio Berlusconi belum mengemuka di kalangan masyrakat Italia.
Warga meragukan
Hari ini, Rabu 9 November, sebuah tim Uni Eropa akan tiba di Roma untuk memonitor rencana Italia dalam mengurangi beban utangnya yang menggunung, yang mencapai sekitar US$2,6 triliun.
Komisaris Ekonomi Uni Eropa, Olli Rehn, mengatakan dia akan melaporkan hasil kunjungannya pada kahir November dan saat ini tambahnya, situasi di Italia amat mengkawatirkan.
Sementara itu pasar keuangan meningkat setelah mendengar Berlusconi akan mundur jika digelar pemilu dini.
Bursa di Italia langsung naik 1,38% begitu dibuka, sementara indeks FTSEurofirst 300 naik 0,9%.
Bagaimanapun berita tentang rencana pengunduran diri Berlusconi ini tidak disambut dengan meriah oleh masyarakat Italia.
Wartawan BBC di Roma, Gavin Hewitt, melaporkan banyak warga Italia yang masih meragukan apakah pemimpin mereka yang flamboyan itu -yang sudah mendominasi politik Italia selama 20 tahun belakangan- memang akan segera mundur.
Dan keraguan itu sepertinya beralasan, berhubung konsultasi politik yang akan dilakukan presiden jelas dibayang-bayangi perbedaan yang tajam antara kubu Berlusconi dan kubu oposisi.





























