PM Berlusconi mundur beberapa hari lagi

Kertas suara Berlusconi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, PM Berlusconi kehilangan suara mayoritas parlemen mendukung kebijakan anggarannya.

Setelah bertemu Presiden Italia, muncul pernyataan Perdana Menteri Silvio Berlusconi membutuhkan beberapa hari lagi untuk mundur dari jabatannya.

Presiden Giorgio Napolitano mengatakan berharap dapat "menghilangkan keraguan atau salah paham" terkait waktu kapan Berlusconi akan memenuhi janjinya untuk mundur.

Presiden Napolitano juga mengatakan pengunduran diri itu tak akan berpengaruh pada molornya waktu yang dibutuhkan untuk segera mengatur reformasi ekonomi seperti yang dikehendaki oleh negara mitra dalam zona euro.

Pernyataan ini diduga muncul antara lain untuk menenangkan pasar yang bergejolak ditandai dengan naiknya bunga surat utang Italia yang meroket hingga 7%.

Tingkat bunga ini dipandang pengamat tidak wajar.

Suku bunga surat utang Italia meroket ke tingkat tersebut padahal PM Berlusconi sebelumnya juga telah berupaya menenangkan pasar dengan janji akan mundur, pada hari Selasa.

"Saya akan mundur begitu UU (reformasi ekonomi) disahkan ... Saya melihat pemilu akan digelar awal Februari tetapi saya tidak akan ikut mencalonkan diri."

Suku bunga surat utang 10 tahunan Italia yang naik sampai 7% ini merupakan tingkat tertinggi sejak zona euro dibentuk tahun 1999. Sebagai perbandingan tingkat suku bunga surat utang Jerman hanya 1,73%.

Belitan masalah

Sementara itu sebuah tim dari Uni Eropa sudah mendarat di Roma Rabu kemarin untuk memulai kerja memantau langkah-langkah Italia menurunkan angka defisit anggarannya.

Komisioner Urusan Ekonomi Uni Eropa, Olli Rehn, mengatakan akan menyampaikan laporan terkait pemantauan ini akhir November nanti, dan sementara menyebut situasi di Italia "sangat mengkhawatirkan".

PM Berlusconi

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Janji PM Berlusconi mundur diharapkan akan menenangkan pasar dunia yang bergejolak.

Pengumuman mundurnya PM Berlusconi disampaikan setelah dirinya kehilangan dukungan mayoritas parlemen dalam hal kebijakan anggaran, juga di saat publik Italia ketar-ketir oleh kekhawatiran negerinya akan jadi korban krisis Eropa berikutnya.

Presiden Napolitano mengatakan UU reformasi stabilitas keuangan bisa diteken dalam beberapa hari ini, kemudian dirinya akan memimpin pertemuan untuk mencari solusi krisis.

"Dalam jangka waktu itu pula pemerintahan baru dibentuk... atau parlemen dibubarkan supaya pemilu bisa diselenggarakan segera," jelasnya seperti ditulis kantor berita Reuters.

Presiden juga mengusulkan mantan Komisioner Eropa Mario Monti, sebagai senator seumur hidup. Hal ini banyak ditafsir sebagai bentuk dukungannya agar Monti bisa dicalonkan sebagai PM sementara.

Namun menurut wartawan BBC di Roma Gavin Hewitt, situasi ini jelas menunjukkan akan munculnya gejolak politik di Italia.

Bahkan jika kondisi terakhir ini bisa diatasi, masih ada persoalan mendasar: Italia mengalami pertumbuhan ekonomi yang nyaris mandek dengan gunung utang mencapai 1,9 triliun euro (setara dengan Rp23 ribu triliun).