Ledakan di pangkalan militer Iran

Pengawal Revolusi Iran

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pengawal Revolusi Iran dibentuk tidak lama setelah Revolusi Islam 1979

Ledakan besar mengguncang pangkalan militer di barat ibukota Iran, Tehran, menurut para pejabat.

Beberapa orang tewas setelah ledakan di depot Pengawal Revolusioner, menurut kantor berita semi resmi Iran, Fars, namun hal ini belum dapat dipastikan.

Jendela-jendela di gedung-gedung sekitar pecah dan ledakan itu dapat terdengar di pusat Tehran, yang terledak sekitar 40 kilometer.

Helikopter dan sejumlah ambulans dikerahkan ke tempat kejadian.

Anggota parlemen Hossein Garousi mengatakan, "sejumlah besar depot amunisi meledak," menurut situs parlemen setempat.

Sampai sejauh ini belum jelas penyebab ledakan di desa Biganes, dekat kota Karaj itu.

Seorang warga di Karaj, Kaveer, mengatakan kepada BBC, suara yang terdengar di kota itu memekakkan telinga.

"Sekitar pukul 10:00 pagi, kami mendengar ledangan besar. Sangat memekakkan telinga. Kami terkejut. Saya keluar dari rumah dan melihat di sekeliling. Saya pikir saya sendiri yang mendengar," kata Kaveer.

"Kemudian tetangga saya juga semua keluar dan kami saling menanyakan apa yang terjadi," tambahnya.

Kekuatan ekonomi

Pasukan elit militer, Pengawal Revolusi, dibentuk tidak lama setelah Revolusi Islam tahun 1979 untuk melindungi sistem Islamis negara itu.

Pengawal Revolusi kemudian menjadi kekuatan militer, politik dan ekonomi di Iran.

Pasukan elit ini menjadi sasaran sanksi PBB yang bertujuan agar Tehran menghentikan langkah memperkaya uranium. Langkah ini dicurigai negara Barat sebagai persiapan Iran membangun senjata nuklir.

Sebelumnya juga pernah dilaporkan beberapa kali ledakan di Iran.

Ledakan di pangkalan Pengawal Revolusioner di propinsi Lorestan Oktober 2010, menewaskan 18 orang.