IAEA: Iran kaji pembuatan senjata nuklir

Ahmadinejad

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan pengayaan nuklir di negaranya hanya untuk kepentingan sipil.

Lembaga pengawas Nuklir PBB mengatakan mereka mempunyai informasi yang menunjukan bahwa Iran sedang melakukan ujicoba yang "berkaitan dengan pengembangan alat ledak nuklir."

Dalam laporan terakhir IAEA soal nuklir Iran, mereka menyebutkan bahwa negara yang dipimpin Mahmoud Ahmadinejad ini juga tengah melakukan kajian model komputer yang dapat menjadi pemicu peledakan bom nuklir.

Laporan ini dinilai oleh para wartawan sebagai salah satu laporan paling keras yang pernah dikeluarkan oleh IAEA terhadap kepemilikan nuklir Iran.

Namun temuan itu dikecam oleh pemerintahan Ahmadinejad yang menyebutnya sebagai laporan yang penuh dengan motivasi politik.

"Laporan ini tidak berimbang, tidak profesional dan disiapkan dengan motif politik serta dibawah tekanan politik dari AS," kata Utusan Iran untuk IAEA, Asghar Soltanieh.

"Laporan itu merupakan pengulangan dari klaim lama yang tidak terbukti terhadap Iran," tambahnya.

Laporan rinci

Sebelumnya dalam pernyataan yang dikutip IRIB, Presiden Mahmoud Ahmadinejad menuduh Kepala IAEA, Yukiya Amano, merupakan boneka Amerika Serikat.

"Orang itu tidak menerbitkan laporan tentang senjata nuklir Amerika dan sekutu-sekutunya."

Ahmadinejad menuduh Amano sebenarnya hanya menyampaikan dokumen yang diberikan para pejabat Amerika Serikatnya kepadanya.

Iran mengatakan berulangkali bahwa proyek pengembangan nuklirnya ditujukan bagi kebutuhan listrik untuk warga sipil

Wartawan BBC yang berada di Viena, Bethany Bell mengatakan laporan itu memang memberikan informasi yang cukup rinci bahkan beberapa diantaranya tergolong baru.

Salah satunya adalah soal pengembangan model komputer yang berkaitan erat dengan pembangunan senjata nuklir

Laporan itu sendiri dipublikasikan dalam situs Institut Ilmu Pengetahuan dan Keamanan Internasional dan kajiannya dilakukan pada periode antara tahun 2008 hingga 2009.

IAEA dalam laporannya juga mengatakan penerapan energi nuklir untuk sipil di Iran tidak terlihat jelas.