IAEA memprihatinkan program nuklir Iran, tapi tidak sarankan tindakan apapun

Sumber gambar, Reuters
Badan Tenaga Atom PBB, IAEA, dalam resolusi terbarunya, memprihatinkan secara mendalam program nuklir Iran, namun mereka tidak merekomendasikan tindakan nyata terhadap sikap Iran tersebut.
Dalam laporannya, IAEA menyebutkan Iran tengah melakukan uji coba yang berkaitan dengan pengembangan alat ledak nuklir.
"Informasi IAEA menunjukkan, Iran telah melakukan kegiatan terkait pengembangan perangkat nuklir, dan kegiatan ini terus berlangsung," kata Glyn Davies, Duta Besar AS untuk IAEA, seperti dikutip Kantor Berita AP.
Uji coba itu, menurut IAEA, mencakup model-model komputer yang bisa digunakan untuk mengembangkan pemicu bom nuklir.
Namun menurut Wartawan BBC yang berada di Wina, Bethany Bell, IAEA dalam resolusinya itu, tidak mengeluarkan rekomendasi sanksi apapun terhadap sikap Iran tersebut, seperti yang selama ini dikehendaki AS, Inggris, Perancis, dan Jerman.
Kompromi
Lebih lanjut menurut Bell, langkah IAEA itu dinilai sebagai sikap kompromi, setelah Rusia dan Cina sejak awal menolak pemberian sanksi untuk Iran.
Sementara itu, Iran tetap bersikukuh bahwa program nuklirnya untuk kepentingan sipil.
Iran juga menilai laporan IAEA tersebut sebagai dalih politik untuk menekan Iran atas desakan AS.
"Tuduhan itu merupakan dalih untuk menekan Iran, karena desakan Washington," tegas Duta Besar Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh.
Sebelumnya Prancis dan AS mengatakan akan mengupayakan sanksi baru atas Iran sehubungan dengan munculnya laporan IAEA.
Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan PBB harus mempertimbangkan sanksi yang sebelumnya tidak diterapkan kepada Iran.
Dia juga mengusulkan agar Dewan Keamanan PBB segera bersidang untuk membahas masalah tersebut.





























