Partai PM Putin kemungkinan kehilangan dukungan mayoritas

PM Vladimir Putin

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Jika benar kehilangan dukungan mayoritas, dipandang akan jadi kekalahan memalukan bagi Putin.

Hasil awal pemilu legislatif di Rusia menunjukkan adanya penurunan tajam dalam dukungan terhadap partai penguasa Rusia Bersatu di bawah Perdana Menteri Vladimir Putin.

Sudah 75% surat suara dihitung oleh Komisi Pusat Pemilu, sementara mengindikasikan bahwa hanya 50% warga Rusia mencoblos, turun dari 64% pada tahun 2007.

Pemilu kali ini banyak dipandang sebagai tes popularitas terhadap Putin, yang sudah mengumumkan pencalonannya lagi sebagai presiden bulan Maret.

Partai oposisi banyak mengeluhkan adanya pelanggaran UU pemilu.

Satu-satunya kelompok pemantau independen Rusia, Golos, mengatakan sudah ada laporan sebanyak 5.300 pelanggaran aturan pemilu.

'Pelanggaran dan kecurangan'

Jika hasilnya benar seperti hitungan awal ini, Partai Rusia Baru bisa jadi akan kehilangan dukungan dua pertiga mayoritas yang sekarang dinikmatinya yang membuatnya berkuasa untuk mengubah UU tanpa saingan.

Meski demikian, menurut ketua partai tersebut, Boris Gryzlov, partai Rusia Bersatu tetap berharap untuk mendapat dukungan mayoritas di majelis rendah Duma.

Polisi menangkap demonstran

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Polisi menangkap lebih dari 100 demonstran anti pemerintah Sabtu (3/12) di Moskow.

Tempat kedua, sementara diduduki Partai Komunis dengan suara 19,3%, sementara Partai Rusia Adil di tempat ketiga dengan 13%.

"Kami sudah terima ribuan telepon dari dari kantor partai di daerah, yang melaporkan adanya aksi pelanggaran dan kecuranagn besar-besaran," kata Wakil Ketua Partai Komunis Ivan Melnikov seperti dimuat di situs web partainya.

"Sepanjang hari (sebelumnya), rasanya seperti menerima laporan dari medan perang."

Wartawan BBC di Moskow, Steve Rosenberg, mengatakan jika hasil awal ini terus berlanjut maka situasi ini akan sangat memalukan bagi Putin, tiga bulan sebelum dirinya dijadwalkan mencalonkan diri sebagai presiden.

Menurut Rosenberg tudingan tindak pelanggaran dan kecurangan dilontarkan kubu partai oposisi dalam bentuk antara lain memenuhi kotak suara dengan surat suara dukungan terhadap Partai Rusia Bersatu, serta iming-iming uang agar pemilih mencoblos.

Putin sudah menjabat sebagai presiden dari tahun 2000 hingga 2008 dan dilarang konstitusi untuk mencalonkan diri secara langsung untuk periode ketiga.

Menurut Golos, lembaga pemantau yang tidak terkait dengan partai manapun, situs webnya diserang peretas. Sementara Ekho Moskvy, sebuah stasiun radio liberal, juga mengatakan hal yang sama.

Golos, sebagian besar didanai oleh AS dan Uni Eropa. Menurut PM Putin kekuatan asing lah yang mencoba ikut campur dalam proses persiapan pemilu, dimana di Duma, anggotanya mempertanyakan kenapa sebuah lembaga pemantau pemilu yang didanai oleh asing boleh beroperasi di Rusia.