PBB : Jumlah korban tewas di Suriah capai 5.000

suriah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Badan HAM PBB mendesak Komunitas Internasional bersatu melindungi warga Suriah.

Ketua badan HAM PBB Navi Pillay meyakini lebih dari 5.000 orang tewas dalam aksi kekerasan di Suriah

Dalam sebuah sidang tertutup Dewan Keamanan PBB dia juga menyebutkan sekitar 14.000 orang ditahan dan 12.400 lainnya mengungsi ke negara lain.

Navi Pillay menggambarkan situasi di Suriah ''tidak dapat ditolerir'' dan mengatakan kejahatan atas kemanusian kemungkinan besar telah terjadi.

Pillay mengatakan perkiraan jumlah korban yang meninggal sampai 5.000 ini tidak termasuk korban dari pasukan keamanan.

Pemerintah Suriah sendiri mengklaim lebih dari 1.000 polisi dan tentara mereka tewas dalam aksi kekerasan.

Sulit untuk mendapatkan jumlah tepat korban yang tewas di Suriah karena tidak ada lembaga pengawas independen di lapangan dan otoritas Suriah juga tidak mengijinkan media internasional masuk ke negara tersebut.

Saat ini aksi demo di Suriah semakin membesar sejak aksi pecah Maret silam.

Pillay memperingatkan kelambanan sikap komunitas internasional hanya akan memperkuat otoritas Suriah.

Meski Uni Eropa telah menjatuhi 10 kali sanksi kepada pemerintah Suriah, dan Liga Arab juga telah menghukum, tetapi PBB sejauh ini belum mengeluarkan resolusi yang bisa menekan Damaskus.

Rusia dan Cina sebelumnya memveto sebuah rancangan yang dibuat Eropa di PBB, Oktober lalu, sementara India, Afrika Selatan dan Brasil juga terkesan enggan memberikan dukungan agar ada aksi dari Dewan Keamanan PBB.

Pillay mendesak Dewan Keamanan PBB untuk ''berbicara dalam satu suara. Mendesak, kebijakan efektif dalam sebuah keputusan bersama harus diambil untuk melindungi warga Suriah,'' katanya.

Pemilu

pemilu

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Suriah gelar pemilu digelar ditengah kekerasan yang masih meningkat.

Ditengah-tengah kekerasan yang terus berlangsung, pemilu lokal digelar, tetapi diperkirakan hasilnya tidak akan maksimal.

Otoritas mengatakan pemilu kali ini lebih bebas ketimbang tahun-tahun sebelumnya, tetapi oposisi memboikotnya dan melaksanakan aksi mogok massal.

Kantor berita negara Suriah mengatakan warga telah berdatangan ke tempat pemungutan suara.

Tetapi wartawan BBC melaporkan di sejumlah kantong oposisi dilaporkan hanya sedikit yang datang, dan hampir tidak ada yang memberikan suara.

Pemilihan umum lokal yang digelar di seluruh negara ini dianggap sebagai bagian dari program reformasi Presiden Assad yang dinilai lamban dan tidak sepenuhnya meyakinkan.

Kekerasan juga masih berlangsung di sejumlah kota, Senin (12/12), dengan setidaknya 20 orang dilaporkan tewas.

Sebuah jaringan aktivis oposisi mengatakan korban tewas berada di kawasan utara, Homs dan Hama, dan di sebuah pinggiran kota Damaskus.

Pertikaian keras juga dilaporkan terjadi di provinsi Deraa.