Israel bebaskan lagi tawanan Palestina

Sambutan untuk tahanan yangd ibebaskan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pesta meriah digelar di Ramallah sementara di Israel pertukaran dikritik.

Israel telah membebaskan 550 tawanan Palestina Minggu malam dalam fase terakhir perjanjian pertukaran hampir 1000 orang Palestina dengan seorang perwira Israel, Gilad Shalit.

Shalit, 25, sedang menunaikan tugas wajib militer sebagai kru kendaraan lapis baja ketika ia ditangkap oleh kelompok Hamas di Gaza, pada 2006.

Setelah perundingan alot selama lima tahun, Shalit akhirnya dibebaskan dari penjara Palestina pada Oktober lalu. Sebagai balasan, Israel membebaskan 477 tawanan Palestina pada saat bersamaan. Wartawan BBC di Timur Tengah mengatakan pertukaran tersebut memicu kemarahan dan kontroversi di Israel.

Ratusan tahanan Palestina yang dibebaskan ini menurut otoritas Israel adalah mereka yang hanya menjalani masa tahanan karena pelanggaran ringan. Menjawab kritik atas pertukaran tahanan tahap kedua ini, para pejabat Israel mengatakan tak ada tahanan yang dilepas hari Minggu itu yang "tangannya berlumur darah", tulis kantor berita AFP.

Sementara di Timur Tengah, Wartawan BBC Yolande Knell mengatakan warga Palestina di Ramallah dan kota Gaza berpesta di jalan-jalan untuk merayakan pembebasan massal tersebut.

Kantor berita Associated Press melukiskan nuansa perayaan itu sangat meriah, di Gaza warga mengibarkan bendera Palestina dan melepaskan tembakan ke udara.

"Saya sangat senang bisa pulang, ini adalah kemenangan sejati," kata Kamal Madheem, 40, salah seorang tawanan tersebut kepada AP.

Meski demikian, perayaan itu tidak sedramatis dua bulan lalu sesudah fase pertama pembebasan terjadi. Saat itu sekitar 500 tahanan diantar ke Ramallah dibawa dengan 12 bus sekitar pukul 22.00 malam hari waktu setempat, disambut ribuan orang yang telah menunggu mereka di kantor pusat kepresidenan Palestina.