Liga Arab tambah pemantaunya di Suriah

Sumber gambar, Reuters
Jumlah pemantau utusan Liga Arab untuk Suriah bertambah sebagai bagian dari kesepakatan organisasi negara-negara Arab itu dengan Damaskus untuk mencoba meredakan gelombang kekerasan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dan makan ribuan korban.
Kelompok oposisi utama Suriah mendesak agar para pemantau mengunjungi pusat kota Homs, yang kini dilaporkan tengah dikepung oleh pasukan pemerintah.
Sejumlah korban tewas di kota itu akibat lontaran granat dan peluru dari senapan mesin, lapor para pegiat oposisi.
Sementara menurut Damaskus yang terjadi adalah perang terhadap kelompok gang bersenjata yang nekat mengobrak-abrik stabilitas Suriah.
Akibatnya lebih dari 5.000 orang dinyatakan tewas di seluruh negeri sejak gelombang aksi protes terhadap kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad meledak Maret lalu, kata PBB.
Sangat sulit memverifikasi klaim semacam ini karena sebagian besar media asing dilarang masuk dan memberitakan dari dalam negeri Suriah.
Tuntutan SNC
Sekitar 50 anggota pemantau utusan negara Liga Arab diperkirakan mendarat dalam beberapa jam ini di Damaskus, beberapa hari setelah tim pemantau awal dari sembilan negara anggota Liga sudah lebih dulu tiba.
Tim pemantau ini pada akhirnya nanti seluruhnya akan berjumlah 200 orang dengan target misi untuk bertemu dengan pejabat peemrintahan dan kelompok oposisi.

Sumber gambar, AP
Pada hari Minggu (25/12), Komite Nasional Suriah (SNC) yang melawan pemerintah meminta agar misi pemantau segera menuju Homs.
"Sejak pagi ini, kawasan kota (Homs) di Baba Amr sudah dikelilingi oleh ancaman dari pasukan militer dengan kekuatan sekitar 4.000 personel," tulis SNC, yang merupakan kubu utama payung oposisi melawan Presiden Assad.
Menurut SNC, mereka "menuntut agar pemantau Liga Arab segera menuju Homs, terutama ke kawasan yang dikepung untuk memenuhi misi mereka".
Menurut kelompok ini tentara pemerintah telah menewaskan banyak korban namun jumlah pastinya tak diketahui, sementara korban luka mencapai lebih dari 120 orang.
Pada hari Minggu lalu, pegiat HAM dan oposisi mngatakan tentara pemerintah menewaskan sedikitnya 10 korban jiwa, termasuk lima orang di provinsi Deir al-Zour di timur negeri itu.
Dua hari sebelumnya dua pelaku bom bunuh diri meledakkan sejumlah bangunan di Damaskus dan membunuh 44 orang serta meninggalkan 150 lainnya luka, kata pejabat Suriah.
Mereka menunjuk al-Qaeda sebagai pelakunya, namun menurut kelompok oposisi aksi itu justru didalangi oleh pasukan militer.





























