Pemantau Liga Arab mengawali misi di Suriah

Aktivitas militer di Homs

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Para aktivis Suriah mengatakan militer berulang kali mengeluarkan tembakan ke warga di Homs.

Pemantau Liga Arab mulai menjalankan tugas di Suriah untuk mengawasi penerapan kesepakatan guna mengakhiri kekerasan di Suriah.

Tim terdiri dari 50 orang pemantau dan 10 pejabat. Mereka berada di Suriah beberapa hari setelah tim aju tiba di Damaskus.

Tugas utama tim pemantau adalah mengawasi pelaksanaan prakarsa Liga Arab yang telah disepakati oleh pemerintah Suriah. Berdasarkan kesepakatan seluruh tentara harus ditarik dari daerah-daerah konflik.

Ketua misi pemantau Liga Arab Mohammed Ahmed Mustafa al-Dabi mengatakan dia menuju Homs hari Selasa (27/12).

"Saya menuju Homs. Sampai saat ini mereka sangat kooperatif," kata jenderal dari Sudan itu seperti dikutip kantor berita AFP.

Sejumlah aktivis mengatakan beberapa tank pasukan pemerintah mulai mundur dari kota Homs, lokasi bentrokan berdarah antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan.

Kekerasan

Pemerintah Suriah telah berjanji akan memberikan keleluasan bergerak secara penuh kepada pemantau Liga Arab tetapi pengamanan tim diserahkan kepada Suriah.

Mohammed Ahmed Mustafa al-Dabi

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Misi Liga Arab dipimpin oleh Jenderal Mohammed Ahmed Mustafa al-Dabi.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Suriah Jihad Makdisi mengatakan pemantu mempunyai kebebasan bergerak sesuai dengan protokol yang ditandatangani oleh Suriah dan Liga Arab.

Berdasarkan kesepakatan, tim pemantau dilarang masuk ke objek-objek militer vital.

Pemantau Liga Arab mengatakan mereka ingin melihat situasi dan kondisi di Homs secara langsung.

Meski jumlah pemantau Liga Arab di Suriah sekarang baru 50 orang, Liga Arab berencana akan menambah anggota menjadi 200 orang dan mereka dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan para pejabat pemerintah dan kubu oposisi.

PBB mengatakan penumpasan terhadap pengunjuk rasa antipemerintah sejauh ini telah menewaskan 5.000 orang.

Pergolakan menentang Presiden Bashar al-Assad di Suriah dimulai pada Maret menyusul gerakan serupa di negara-negara Arab.

Sedikitnya 50 orang dilaporkan tewas dalam aksi kekerasan terbaru pada Senin. Kekerasan terjadi di distrik Baba Amr dan Talbisseh.