Pemantau Liga Arab beri laporan bertentangan

Sumber gambar, Getty Youtube
Pemantau Liga Arab memberikan pernyataan bertentangan terkait misi mereka selama berada di Suriah sehubungan dengan munculnya dugaan pemerintah meletakkan penembak jitu di atap-atap bangunan di kota yang sedang bergolak di Deraa.
Rekaman video di internet menunjukkan seorang anggota tim pemantau menyebut melihat ada penembak jitu di atap bangunan dan menyerukan agar pemerintah Suriah menarik para penembak ini.
Sebaliknya dalam sebuah wawancara dengan BBC, Kepala misi Liga Arab membantah anggotanya melihat para penembak jitu tersebut.
Kekerasan di Suriah terus berlanjut meski misi pemantau Liga Arab dikirim ke negeri itu.
Rekaman-rekaman video di internet yang tidak bisa diverifikasi menunjukkan seorang pemantau utusan Liga Arab mengeluhkan penembak jitu di puncak gedung menembaki demonstran di kota Deraa.
Pemantau ini mengatakan pada para peserta demo: "Anda bilang ada penembak jitu? Tidak perlu diberi tahu, saya sudah lihat dengan mata kepala saya sendiri."
Dia mengatakan pemantauan ini akan disampaikan kepada Liga Arab, dan jika penembak jitu tak ditarik dalam tempo 24 jam, maka akan ada sanksi.
'Condong ke Suriah'
Dalam sebuah laporan terpisah, kantor berita Jerman DPA juga mengutip sebuah sumber dekat dengan misi pemantau mengatakan anggotanya juga melihat ada penembak jitu di Douma, sebuah wilayah pinggir kota dekat ibukota Damaskus.
Meski demikian kepala misi Liga, Jendral Mustafa al-Dabi, membantah dua laporan ini. Kepada program Newshours BBC, Dabi mengatakan yang dinyatakan oleh anggota misinya hanyalah sebuah pernyataan hipotetis.
"Orang ini mangatakan jika dia melihat, dengan dua matanya sendiri, tentang adanya para penembak jitu itu maka dia akan segera melapor," kata Jendral Dabi. "Tapi dia tidak lihat (ada penembak jitu)."
Pernyataan Jendral Dabi ini, menurut wartawan, akan makin menguatkan tudingan kelompok pemrotes bahwa dirinya, seorang warga Sudan, condong ke arah pemerintah Suriah.
Setelah mengunjungi kota yang rusuh di Homs hari Kamis, kepada kantor berita Reuters dia mengatakan "sebagaian lokasi nampak agak kacau tetapi tidak ada yang menakutkan".
Jendral Dabi sebelumnya menjabat pada sejumlah pos pada pemerintahan dan militer di Sudan, termasuk di wilayah bergolak di Darfur.
Menurut wartawan BBC Jon Donnison di negara tetangga Libanon, misi Liga Arab hingga hari Minggu telah masuk hari ke-5 namun kehadiran mereka tidak dipandang mampu menghentikan gelombang kekerasan tentara pemerintah. Akibatnya warga menjadi sangat frustasi.
Padahal kehadiran sekitar 60 pemantau utusan Liga Arab ini di Suriah adalah untuk memastikan berlakunya sebuah rencana damai, yang mensyaratkan penghentian seluruh aksi kekerasan dan penarikan pasukan pemerintah dari jalan-jalan dan pelepasan tahanan politik.





























