Pemantau Liga Arab disambut puluhan ribu orang

Sumber gambar, a
Puluhan ribu pengunjuk rasa antipemerintah turun ke jalan-jalan di Homs, Suriah, hari Selasa (27/12) bertepatan dengan kedatangan para pemantau Liga Arab di kota tersebut.
"Setidaknya 70.000 orang ikut serta dalam aksi ini. Mereka berjalan menuju pusat kota," kata Rami Abdelrahman dari lembaga Pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia kepada kantor berita Reuters.
Ia menambahkan aparat keamanan mencoba menghentikan aksi para demonstran.
Rekaman video menunjukkan orang-orang berteriak, "kami menginginkan perlindungan internasional" ke arah para pemantau.
Beberapa laporan menyebutkan sekelompok warga mendatangi pemantau dan mengatakan, "Datang langsung ke kami. Akan kami tunjukkan bahwa mereka (pemerintah Suriah) menghabisi kami."
Stasiun televisi Al Jazeera melaporkan pusat kota Homs dipadati oleh sekitar 20.000 orang.
Pemantau Liga Arab berada di Suriah untuk memastikan pemerintah menjalankan kesepakatan damai.
Berdasarkan perjanjian ini pemerintah menghentikan penumpasan terhadap gerakan melawan pemerintah Damaskus.
Pusat perlawanan
Bentrok antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan membuat Suriah nyaris terperangkap dalam perang saudara.
Misi pemantau Liga Arab dipimpin Jenderal Mustafa Dabi. Kontingen pertama yang beranggotakan 50 orang tiba di Damaskus hari Senin dan tim kedua yang beranggotakan 100 orang akan masuk ke Suriah dalam beberapa waktu ke depan.
Kalangan aktivis mengatakan pemerintah menarik tank-tank dari Homs sebelum tim pemantau tiba.
Kota Homs menjadi salah satu pusat aksi unjuk rasa menentang pemerintah pimpinan Presiden Bashar al-Assad.
Bentrok antara demonstran dan tentara pemerintah sering terjadi di kota itu dan PBB mengatakan lebih dari 5.000 orang tewas di berbagai kota sejak aksi unjuk rasa marak Maret lalu.





























