50 orang tewas akibat bentrok etnis di Nigeria

Presiden Goodluck Jonathan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Status situasi darurat baru diumumkan Presiden Jonathan sebelum bentrok pecah di Ebonyi.

Setidaknya 50 orang tewas terbunuh di timur Nigeria akibat bentrok berdarah antara dua suku yang saling berkonflik kata sejumlah pejabat pemerintah setempat.

Menurut juru bicara pemerintah, kekerasan di negara bagian Ebonyi terjadi akibat sengketa lahan yang melibatkan warga suku Ezza dan Ezilo.

Akibatnya meski sudah belasan polisi anti huru-hara dikirim ke lokasi kejadian bentrokan tak terelakkan.

Serangan terjadi hanya selisih beberapa jam setelah status darurat diberlakukan di sebagian wilayah negeri itu antara lain akibat serangan terorisme kelompok militan Islamis Boko Haram.

Presiden Goodluck Jonathan bertekad akan "menghancurkan" Boko Haram, beberapa hari setelah kelompok ini melakukan aksi mematikan dengan meledakkan sejumlah bom tepat pada perayaan Natal.

Kunjungan gubernur

Menurut jubir pemerintah, Onyekachi Eni, pembunuhan di Ebonyi terjadi setelah anggota suku Ezza "menguasai dan menyerang" komunitas Ezilo yang tinggal di lokasi bersebelahan.

"Sengketa antara dua kelompok warga ini, sudah mulai sejak 2008, diyakini sebenarnya sudah diselesaikan pada kesepakatan terakhir," kata Eni.

Gubernur dan kepala polisi setempat telah mengunjungi lokasi kerusuhan untuk meninjau kerusakan akibat bentrok, kata Eni kepada kantor berita AFP.

Peta kekerasan Nigeria
Keterangan gambar, Kekerasan menyebar di berbagai kota di Nigeria dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan wartawan BBC di Lagos, Tomi Oladipo, kedua kubu yang bertikai sudah punya sejarah panjang perebutan lahan sejak lama, di wilayah dimana warganya memang punya ketergantungan tinggi terhadap tanah untuk lahan pertanian yang jadi gantungan hidup.

Oladipo mengatakan meski serangan ini kelihatannya tidak terkait dengan aksi teror Boko Haram, bentrok ini menjadikan daftar persoalan yang dihadapi Presiden Jonathan jadi makin panjang, padahal aparat keamanan sudah sangat repot menghadapi persoalan pemberontakan bersenjata di wilayah utara negeri itu.

Sabtu lalu Presiden Jonathan mengumumkan status darurat di sebagian wilayah Nigeria akibat serangan Boko Haram, termasuk satu ledakan bom di dekat ibukota Abuja yang menewaskan puluhan korban.

Status darurat berlaku di negara bagian Yobe dan Borno di wilayah barat laut, Negara bagian Plateau di Nigeria Tengah dan Niger di barat.

Perbatasan dengan negara tetangga di wilayah konflik juga ditutup sementara.

Kekhawatiran makin tinggi kalau Boko Haram, yang secara harfiah berarti ajaran Barat dilarang, makin menunjukkan taringnya di di wilayah Afrika ini.