Sedikitnya dua tentara Yaman tewas

Peta Yaman
Keterangan gambar, Yaman menghadapi sejumlah masalah seperti kelompok militan, pengangguran dan korupsi.

Setidaknya dua orang tentara Yaman tewas dalam bentrokan dengan militan di bagian selatan negara itu, jelas pejabat setempat.

Bentrokan terjadi di wilayah Zinjibar, ibukota provinsi Abyan, yang selama ini sering menjadi lokasi pertempuran antara pasukan tentara dan kelompok Islamis sejak Mei lalu.

Laporan menyebutkan, setidaknya lima orang pemberontak juga tewas dalam peristiwa tersebut.

Militan, yang diduga terkait dengan Al-Qaida, telah memanfaatkan kekosongan pengamanan di wilayah itu, sejak terjadinya demonstrasi anti pemerintah.

Militer bertempur untuk mendapatkan kembali wilayah tersebut.

Sejumlah laporan mengenai peristiwa kekerasan yang terjadi di daerah itu, memiliki perbedaan. Satu laporan menyebutkan setidaknya lima orang tentara dan seorang anak tewas.

Tetapi pernyataan resmi pemerintah, seperti diberitakan Reuters, mengatakan tentara telah menembak anggota kelompok yang menyebut dirinya sebagai Ansar al-Sharia.

Seorang kolonel dan seorang tentara tewas dan tiga orang tentara lainnya terluka, seperti disampaikan pejabat.

Dituntut mundur

Kelompok oposisi mengatakan pemerintah Yaman mengangkat isu tentang Al-Qaida ini untuk meningkatkan dukungan internasional.

Presiden Ali Abdullah Saleh menyerahkan kekuasaan sebagai presiden kepada wakilnya pada bulan lalu, dan sepakat untuk meninggalkan jabatan pada Februari nanti.

Kesepakatan itu juga menjamin Saleh akan diberikan kekebalan dari proses hukum, meski sebagian besar kelompok di Yaman menyatakan dia harus diadili atas kematian ratusan pemrotes anti-pemerintah.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan masih mempertimbangkan permohonan pengajuan visa dari Presiden Saleh untuk menjalani perawatan kesehatan di Amerika Serikat.

Presiden Saleh, yang berkuasa di Yaman lebih dari 30 tahun, terluka parah akibat serangan roket pada Juni lalu, dan dia telah menjalani perawatan selama beberapa bulan di Arab Saudi.

Dia ditekan untuk mundur menyusul maraknya demonstrasi di negara itu.

Selain masalah keamanan di Abyan, Yaman juga disibukkan dengan pemberontakan kelompok Syiah di bagian utara, pengangguran dan korupsi.