Korut akan terima bantuan pangan dari Korsel

Sumber gambar, AFP
Korea Selatan mengijinkan sebuah kelompok swasta untuk menyalurkan bantuan makanan kepada Korea Utara.
Ini merupakan bantuan pertama yang mereka kirim sejak Kim Jong-il meninggal dunia.
Kelompok ini satu bulan yang lalu telah berkunjung ke Korut untuk mengirim bantuan serupa.
Kementrian Unifikasi Korea Selatan mengatakan kelompok swasta ini akan mengirimkan 180 ton tepung ke Korut.
Rencana kunjungan mereka sendiri sudah disepakati oleh pemerintah Korut.
Pemerintah Korsel sudah menghentikan pengiriman bantuan ke Korut sejak tahun 2008 lalu.
Bantuan dan isu nuklir
Meski demikian mereka mengijinkan kelompok swasta untuk mengirimkan bantuan lewat sejumlah kapal yang telah beberapa kali dilakukan.
Kelompok ini akan mulai mendistribusikan bantuan yang mereka bawa pada 27 Januari mendatang ke sejumlah sekolah dan pusat penitipan bantuan dekat kawasan industri antar Korea.
"Masa berkabung telah berakhir di Korut dan kegiatan pemerintahahan sudah kembali berjalan saat ini. Sebagai bagian dari proses kegiatan ini, Korea Utara telah menerima kunjungan mereka," kata Juru Bicara Kementerian Unifikasi, Kim Hyung-suk.
Pemerintah Korea Selatan sebelumnya kerap mengirimkan bantuan pangan dalam jumlah besar ke Korut namun kebijakan itu dihentikan saat Lee Myung-bak menjabat sebagai Presiden.
Lee mengatakan pemberian bantuan pangan harus dikaitkan dengan kemajuan dalam pembahasan soal nuklir.
Korsel sendiri saat ini masih terus mengawasi transisi pemerintahan Korut dari Kim Jong-il kepada putranya Kim Jong-un ditengah kekhawatiran terhadap ancaman kemungkinan terjadinya instabilitas di Korut.





























