Babak baru Korsel dan Korut

Sumber gambar, Reuters
Semenanjung Korea berada dalam "titik balik" dan ada peluang perubahan, kata Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak dalam pidato tahun baru.
Ia mengatakan Seoul akan menanggapi "dengan keras" bila diprovokasi oleh Korea Utara. Kedua negara secara teknis masih perang dalam lebih 60 tahun terakhir.
Namun ia mengatakan tujuan terbesar adalah stabilitas dan bantuan akan dilanjutkan bila Pyongyang menghentikan aktivitas nuklir mereka.
Hari Minggu (01/12), rakyat Korea Utara diminta untuk membela pemimpin baru Kim Jong-un sampai ia meninggal.
Kim Jong-un mengganti ayahnya Kim Jong-il yang meninggal pada usia 69 tahun pertengahan Desember lalu
Hari Jumat lalu, Komisi Pertahanan Korea Utara memperingatkan dunia luar bahwa tidak akan ada perubahan dari pemimpin baru
Dalam pidato di televisi, Lee Myung-bak, mengatakan bahwa perdamaian adalah priotasnya dan bahwa "peluang" terbuka untuk hubungan yang lebihb aik dengan Korea Utara.
"Situasi di semenanjung Korea kini memasuki titik balik yang baru," kata Lee.
"Pasti ada peluang baru di tengah perubahan dan ketidakpastian."
Tegang dalam dua tahun
Kim Jong-un mengambil alih kepemimpinan Korea Utara dari ayahnya Kim Jong-il dua minggu lalu.
Namun Korea Selatan menyatakan "tetap akan mempertahankan keamanan negara bila ada kemungkinan provokasi oleh Utara," tambah Lee.
Kim Jong-il memerintah Korea Utara sejak kematian ayahnya Kim Il-sung tahun 1994.
Dalam dua tahun terakhir, hubungan kedua negara sangat tegang.
Keputusan Lee untuk mengaitkan bantuan Korea Utara dengan kemajuan dalam perundingan nuklir, membuat marah Korea Utara.
Korea Selatan juga menyalahkan negara tetangga mereka itu karena tenggelamnya kapal perang bulan Maret 2010, dan menewaskan 46 orang.
Delapan bulan kemudian, Korea Utara menembaki perbatasan selatan negara itu dan menewaskan empat orang.
Pyongyang menyanggah terlibat insiden pertama dan mengatakan Korea Selatan yang memicu insiden kedua.
Sementara itu, Kim Jong-un menghabiskan waktu tahun baru dengan mengunjungi divisi tank, menurut media resmi.
Mendiang ayahnya secara rutin mengunjungi berbagai pabrik, unit militer dan proyek pertanian di seluruh negara itu.





























