Gempa Filipina tewaskan puluhan warga

Sumber gambar, BBC World Service
Para pejabat Filipina mengatakan sedikitnya 29 orang tewas akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 pada skala Richter yang mengguncang Filipina tengah Senin pagi (6/2).
Gempa menyebabkan berbagai gedung rusak dan memicu tanah longsor yang kemudian mengubur rumah-rumah warga khususnya di Provinsi Negros Oriental.
Pusat gempa terletak di lepas pantai Pulau Negros dengan kedalaman 20 km. Gempa pertama diikuti serangkaian gempa susulan.
Warga di kota-kota sekitar panik begitu terjadi gempa dan mereka lari dari gedung sekolah, pusat perbelanjaan, dan kantor.
Sejumlah kantor dan sekolah bahkan ditutup.
Seorang komandan militer setempat Francisco Patrimonio dan beberapa pejabat terkait mengatakan sebagian korban meninggal karena tertimbun tanah longsor.
"Beberapa rumah pribadi runtuh, demikian juga gedung pengadilan dan sebagian pasar umum," tutur seorang pejabat kepolisian, Alvin Futalan kepada kantor berita AFP.
Puluhan orang diketahui masih hilang. Namun para pejabat mengatakan sulit mengetahui jumlah pasti warga yang masih hilang karena aliran listrik dan jaringan telepon putus, sedangkan jalan-jalan menuju daerah pegunungan tidak bisa dilalui menyusul tanah longsor.
Pemerintah memperingatkan jumlah korban tewas mungkin saja lebih besar
Pihak berwenang sempat mengeluarkan peringatan tsunami tetapi kemudian mencabutnya.





























