Zona Eropa setujui pinjaman untuk Yunani

Jean Claude Junker dan Evangelos Venizelos

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ketua kelompok Eropa Jean Claude Junker dan Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos

Menteri Keuangan zona Eropa menyetujui dana talangan sebesar 130 miliar euro atau US$170 miliar dolar sebagai jaminan pembayaran utang Yunani.

Setelah pembicaraan para menteri keuangan zona Eropa, pemimpin pertemuan Jean-Claude Juncker mengatakan tambahan sebesar 325 juta euros atau US$432 juta dolar akan digunakan untuk kebutuhan 2012.

Parlemen Yunani juga harus menyetujui paket pemotongan dan reformasi pada Minggu nanti.

Sementara itu, para pemimpin politik harus berjanji untuk melanjutkan pelaksanaan reformasi setelah pemilu April nanti.

"Meskipun perkembangan penting dicapai dalam beberapa hari ini, kami belum memiliki unsur penting untuk mengambil keputusan hari ini," kata Juncker, yang merupakan perdana menteri Luxemburg.

"Seluruh langkah ini penting untuk memastikan melancarkan pelaksanaan program juga juga setelah pemilu mendatang.

"Seluruh tiga elemen ini, yang saya sebutkan, dibutuhkan sebelum kami mengambil keputusan," tambah Juncker.

Reuters melaporkan, dia menyambut pemerintah Yunani yang menjamin penyediaan seluruh elemen penting pada beberapa hari mendatang".

Dalam pertemuan para menteri keuangan zona Eropa di Brussels, Menteri Jerman Wolfgang Schaeuble sebelumnya telah mengatakan sebuah rencana yang disetujui oleh koalisi partai di Yunani yang rapuh, setelah pembicaraan beberapa hari "tidak pada tingkat yang dapat ditandatangani".

Wartawan BBC di Brussels, Chris Morris mengatakan menteri- menteri Eropa khawatir terhadap seluruh rencana untuk Yunani, tetap belum cukup untuk membuat ekonomi negara tersebut bertahan.

Yunani berupaya untuk merundingkan jaminan utang dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional IMF.

Jaminan utang ini merupakan yang kedua dan peminjam mendesak agar dilakukan langkah program penghematan untuk membayar utang.

'Kebijakan menyakitkan'

Yunani

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Serikat pekerja telah menyerukan pemogokan selama 48 jam menyusul kebijakan penghematan di Yunani.

Rencana yang disetujui oleh pemerintah Yunani pada awal pekan ini termasuk pengurangan tenaga kerja sebanyak 15.000 orang di sektor publik, liberalisasi hukum perburuhan, pemotongan gaji sebesar 22% dan merundingan penghapusan utang dengan perbankan.

Tetapi permintaan penting Uni Eropa, IMF dan Bank Sentral Eropa adalah reformasi sistem pensiun, sebuah isu yang menjadi hambatan selama ini.

Perdana Menteri Lucas Papademos berupaya untuk meyakinkan mitra koalisinya untuk memperbaikin sistem pensiun dan menghemat 300 juta euros per tahun.

Pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan, tetapi kemudian pejabat mengumumkan bahwa sebuah kompromi berhasil dicapai. Tak jelas apakah penghematan sebesar 300 juta euros berhasil disetujui.

Pemerintah butuh dukungan dari menteri zona eropa dan persetujuan dari parlemen Yunani sebelum kesepakatan tersebut difinalisasi.

Pejabat IMF sebelumnya memberikan isyarat bahwa rencana program penghematan baru ini masih kurang menyebutkan reformasi bagi lembaga besar.

Yunani telah merasakan dampak dari program penghematan sebelumnya, yang dilaksanakan sebagai bagian dari kesepakatan untuk pengucuran dana pembayaran utang sebelumnya.

Kebijakan itu memicu kerusuhan dan protes yang diwarnai kekerasan.

Yunani menghadapi resesi yang parah dengan jumlah pengangguran meningkat sampai 20%.

Serikat buruh Yunani telah mengumumkan pemogokan selama 48 jam yang dimulai Jumat (10/2) ini untuk memprotes kebijakan, sebelum syarat baru diumumkan.