Liga Arab bahas langkah lanjutan untuk Suriah

Kota Homs

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Sebagian kota Homs hancur lebur akibat gempuran pasukan pemerintah Suriah.

Para menteri luar negeri Liga Arab akan menggelar pertemuan di Kairo, Mesir pada Minggu (12/2) untuk membahas langkah lanjutan setelah gagal mendorong terbitnya resolusi PBB untuk Suriah pekan lalu.

Sumber-sumber resmi mengatakan pertemuan itu akan membahas kemungkinan digelarnya misi pemantau Liga Arab-PBB untuk menggantikan para pemantau Liga Arab yang meninggalkan Suriah Januari lalu akibat kekerasan yang terus meningkat.

Selain itu, tambah sumber itu, pengakuan resmi terhadap kelompok oposisi Suriah juga akan dibahas namun untuk masalah pengakuan ini belum semua negara Liga Arab menyepakatinya.

Sebelum pertemuan Liga Arab digelar maka akan didahului pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang akan mengeluarkan Suriah dari organisasi tersebut.

Sementara itu, Arab Saudi -yang adalah anggota GCC dan Liga Arab- juga mengedarkan rancangan resolusi di Sidang Umum PBB, sama dengan rancangan resolusi yang ditolak Rusia dan Cina.

Isi rancangan itu pada umumnya adalah dukungan penuh untuk rencana perdamaian Liga Arab yang diterbitkan bulan lalu.

Inti rencana itu adalah seruan agar Presiden Bashar al-Assad untuk menyerahkan kekuasaan kepada wakil presiden dan membuka jalan pembentukan pemerintahan baru yang menyertakan kelompok oposisi.

Sidang Umum PBB dijadwalkan melakukan pembahasan soal Suriah pada Senin (13/2) namun pengambilan suara untuk sebuah resolusi belum termasuk dalam jadwal pembicaraan itu.

Dalam Sidang Umum PBB tidak ada negara yang bisa memveto sebuah resolusi. Namun, resolusi yang dihasilkan tidak memiliki kekuatan hukum seperti resolusi Dewan Keamanan PBB.

Homs memburuk

Demo Suriah

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Warga Suriah berunjuk rasa menentang pembantaian rakyat oleh rezim Presiden Assad.

Setelah sepekan berada di bawah hujan peluru dan pengepungan, kondisi di sisi barat kota Homs dilaporkan semakin memburuk ditambah persediaan kebutuhan dasar yang semakin menipis.

Kondisi paling buruk dilaporkan terjadi di distrik Baba Amr -yang menjadi pusat protes anti pemerintah. Namun warga kota mengatakan mereka juga mendengar ledakan dan baku tembak di distrik Inshaat yang lokasinya berdekatan.

Sementara itu, para pegiat hak asasi manusia mengatakan lebih dari 400 orang tewas sejak pasukan pemerintah menyerang posisi kelompok oposisi di Homs, Sabtu (11/2).

Pemimpin oposisi di pengasingan Kamal al-Labwani kepada Reuters mengatakan sebuah gencatan senjata yang langka telah disepakati.

Pasukan oposisi diperbolehkan mundur asalkan mereka menyerahkan persenjataan dan kendaraan tempur yang dirampas dari pasukan pemerintah.

Kisruh politik di Suriah sejak Maret tahun lalu telah menewaskan ribuan warga negeri itu.

PBB memperkirakan lebih dari 5.400 orang tewas, sementara itu kelompok pegiat HAM meyakini korban tewas sudah lebih dari 7.000 orang.