Wartawan Prancis minta dievakuasi dari Suriah

Sumber gambar, AFP
Edith Bouvier, seorang wartawan Prancis mengalami luka parah saat meliput pertempuran di Homs meminta untuk segera di evakuasi dari Suriah.
Dalam insiden pertempuran di pinggir kota Baba Amr itu wartawan lainnya Marie Colvind dan Remi Ochlik tewas terbunuh.
Permintaan evakuasi disampaikan Edith Bouvier dalam sebuah video internet yang diunggah aktivis oposisi, dia mengatakan mengalami patah tulang paha dan butuh operasi segera.
Bouvier mengatakan dia membutuhkan gencatan senjata dan kendaraan medis untuk bisa membawanya ke perbatasan Libanon.
Dalam videonya, Bouvier memuji dokter yang merawatnya dan mengatakan mereka melakukan yang terbaik yang bisa mereka lakukan, tetapi mereka tidak memiliki fasilitas operasi.
Fotografer William Daniels, yang juga seorang Prancis, tampil mendampingi Bouvier dalam video mengatakan meski terluka tetapi wartawan Prancis tersebut tidak kehilangan senyumnya.
Sedangkan William Daniels sendiri mengaku tidak terluka meski juga terjebak dalam pertempuran.
Daniels meminta otoritas Prancis menolong mereka secepatnya, karena kondisi ''yang sangat sulit''.
Tidak ada listrik dan bahan makanan yang cukup, katanya, seraya menambahkan bahwa mereka membutuhkan kendaraan medis secepatnya.
Presiden Prancis Nicola Sarkozy menggecam serangan terhadap wartawan Prancis tersebut.
"Mereka yang melakukan hal tersebut akan membayarnya,'' kata Sarkozi dikutip AFP.
Kofi Annan
Dalam video terpisah, fotografer Inggris Paul Conroy, yang juga terluka dalam serangan mengatakan dia mendapat perawatan dari tim medis Militer Pembebasan Suriah.
Dia menekankan bahwa keberadaannya dengan Militer Pembebasan Suriah sebagai tamu dan meski mengalami tiga luka di kakinya dia mengaku ''dalam kondisi yang OK''.
Ada tekanan yang semakin meningkat bagi Damaskus untuk memberikan akses bagi warga sipil yang terjebak dalam pertempuran di Hims, yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan.
Oposisi Suriah mengatakan sekitar 50 hingga 60 orang tewas dalam kekerasan yang terjadi di penjuru negeri sepanjang hari Kamis kemarin.
Sementara itu PBB dan Liga Arab melanjutkan upaya untuk menuntaskan krisis, dan menunjuk Kofi Annan sebagai utusan ke Suriah.
Kofi Annan, mantan Sekjen PBB, selama ini dikenal sebagai diplomat yang handal dalam mengatasai sejumlah konflik jangka panjang.
PBB dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Kofi Annan akan ''memberikan bantuan yang ditujukan untuk menghentikan semua kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia, dan mempromosikan sebuah penyelesaian damai bagi krisis Suriah''.





























