Bom mobil di bandara Jalalabad, sembilan tewas

Sumber gambar, 1
Sedikitnya sembilan orang tewas setelah sebuah bom mobil bunuh diri meledak di bandara Jalalabad, Afghanistan Timur, Senin (27/2) pagi waktu setempat.
Polisi setempat menyatakan sejumlah orang lainnya juga cedera akibat bom yang meledak di gerbang bandara tersebut.
Serangan bom itu terjadi enam hari setelah aksi unjuk rasa berdarah menentang pembakaran Al Quran di basis militer Amerika Serikat di ibukota Kabul.
"Pelaku mengendarai mobilnya ke gerbang bandara yang melayani penerbangan sipil dan militer tak lama setelah subuh dan meledakkan bomnya," kata juru bicara Kepolisian Provinsi Nangarhar, Hazrad Mohammad.
Hazrad menambahkan diantara korban terdapat warga sipil dan petugas bandara. Selain itu enam orang menderita luka-luka.
Balas dendam
Melalui surat elektronik, kelompok Taliban mengaku bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri itu.
"Serangan ini adalah pembalasan atas perlakuan para tentara yang membakar Al Quran kami," kata juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid.
Sementara itu pemerintah Afghanistan masih mengejar seorang anggota polisinya yang diyakini menembak mati dua perwira NATO di kantor kementerian dalam negeri, Sabtu (25/2).
Akibat penembakan itu, Prancis dan Jerman menyusul Amerika Serikat dan Inggris menarik staf sipilnya dari institusi pemerintahan Afghanistan.
Untuk meredakan situasi akibat pembakaran Al Quran di pangkalan militer Bagram, Presiden Hamid Karzai meminta masyarakat menahan diri.
Melalui televisi nasional, Karzai mengutuk perlakuan para prajurit AS terhadap Al Quran namun tetap meminta rakyat menahan diri.
"Setelah kita menunjukkan perasaan kita, sekarang tiba saatnya untuk bertindak lebih tenang dan damai," kata Karzai.





























