Seruan gencatan senjata di Suriah

Bulan Sabit Merah Suriah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Serangan di Suriah menyulitkan pasok bantuan, menurut palang merah internasional.

Komisaris Hak Asasi Manusia PBB menuntut gencatan senjata segera dilaksanakan di Suriah dan menuduh militer melakukan kekejaman terhadap warga sipil.

Perwakilan Suriah keluar dari pertemuan Dewan Hak Asasi setelah komentar itu dilontarkan oleh Komisaris HAM PBB Navi Pillay.

Dewan Hak Asasi PBB (UNHRC) melakukan pertemuan di Jenewa di tengah krisis kemanusiaan yang semakin parah di Suriah.

UNHRC membicarakan laporan rahasia yang diajukan pakar PBB berisi daftar tentara dan pejabat tinggi Suriah yang dapat diselidiki karena kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mendesak anggota dewan untuk mengajukan keluhan tentang Suriah kepada Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, Belanda.

"Tugas dewan adalah untuk menyampaikan keprihatinan dunia atas kejahatan yang dilakukan Suriah terhadap rakyatnya," katanya.

Sementara itu, Nonya Pillay mengatakan ia juga menerima laporan terkait "penahanan besar-besaran" oleh pasukan Suriah dan menyebabkan penduduk mengalami kekurangan makan, air dan pasok medis.

Nasib wartawan

Namun pertemuan Dewan HAM PBB ini diperkirakan tidak akan menyebabkan perubahan apapun terhadap pemerintahan di Damaskus, menurut laporan wartawan BBC yang berada di Libanon, Jim Muir.

Tetapi upaya dewan ini diperkirakan akan semakin menekan Rusia dan Cina yang menentang aksi internasional terhadap Suriah, tambah Muir.

Perwakilan Suriah Faysal Khabbaz Hamoui yang keluar dari pertemuan, menuduh negara-negara lain "memicu perang sektarian dan menyediakan senjata."

"Sanksi sepihak yang tidak adil yang diterapkan sejumlah negara terhadap rakyat Suriah menyulitkan pasok medis, bahan bakar dan juga aliran listrik," kata Hamoui.

Pasukan keamanan meningkatkan serangan terhadap basis-basis oposisi dalam beberapa hari terakhir dan menyebabkan puluhan orang tewas dan luka-luka, menurut para aktivis.

Wartawan Inggris yang luka parah di Homs telah dibawa ke Libanon.

Juru kamera koran Inggris, the Sunday Times dievakuasi dari kawasan Baba Amr hari Senin (27/02), menurut surat kabar itu.

Para diplomat mengatakan pihak oposisi Suriah dan Tentara Pembebasan Suriah membantu operasi.

Keberadaan dan nasib wartawan Prancis Edith Bouvier, yang juga luka parah, masih belum jelas.