Obama berduka terkait penembakan warga Afghanistan

Afghanistan Shooting

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Seorang pria duduk di dalam ambulans mendampingi kerabatnya yang tewas ditembak tentara AS.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menelepon rekannya Presiden Afghanistan Hamid Karzai untuk menyampaikan duka cita terkait 16 warga sipil negeri itu yang tewas ditembak seorang prajurit AS.

"Insiden ini sangat tragis dan mengejutkan dan tidak mencerminkan karakter dan rasa hormat militer serta pemerintah AS kepada rakyat Afghanistan," kata Obama.

Tak hanya Presiden Obama yang menyatakan duka dan langsung menghubungi Presiden Karzai. Menteri Pertahanan AS Leon Panetta juga melakukan hal yang sama.

Kepada Presiden Karzai Panetta mengatakan penyelidikan soal insiden berdarah itu sudah berlangsung.

Presiden Karzai mengutuk kejadian tersebut dan meminta segera dilakukan penyelidikan mendalam terkait insiden mengerikan tersebut.

Sebelumnya, Komandan pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) Jenderal John R Allen menegaskan para pejabat AS akan bekerja sama dengan pemerintah Afghanistan untuk melakukan investigasi.

"Saya tegaskan pada rakyat Afghanistan komitmen kami untuk melakukan investigasi menyeluruh dan cepat," kata Jenderal Allen dalam sebuah pernyataan resmi.

Sementara itu mantan utusan PBB untuk Afghanistan Peter Galbraith kepada BBC mengatakan reaksi atas insiden penembakan ini akan sangat keras.

"Pada saat militer AS tak sengaja membakar Al Quran, reaksi kekerasan terjadi hingga sepekan. Anda bisa membayangkan pasti akan ada reaksi keras dari rakyat Afghanistan," kata Galbraith.

Ditembak dan dibakar

Tersangka prajurit penembak yang diperkirakan berpangkat sersan kepala itu meninggalkan pangkalannya pada Minggu (11/3) pukul 3.00 dini hari waktu setempat.

Dia kemudian menuju ke desa Alkosai dan Najeeban yang berjarak hanya 500 meter dari pangkalan militer AS. Di kedua desa itu, tersangka dilaporkan menyerang tiga rumah.

Di satu rumah di desa Najeeban, setidaknya 11 orang tewas ditembak bahkan dia sempat membakar beberapa jenazah sebelum pergi meninggalkan rumah itu.

Seorang perempuan yang tak mau disebut namanya kepada BBC mengatakan dia mendengar suara tembakan sekitar pukul 2.00 dini hari.

Perempuan itu menambahkan seekor anjing yang menyalak juga ikut ditembak.

"Taliban sudah sekitar lima bulan tidak terlihat di kawasan ini," tambah perempuan itu.

Sementara itu wartawan BBC di Kabul Quentin Sommerville mengatakan setidaknya tiga orang anak-anak tewas dengan tembakan di kepala.

Berdasarkan foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan jenazah korban, beberapa adalah anak-anak, tergeletak ditutupi selimut.

Lima korban luka langsung dilarikan ke fasilitas medis NATO untuk mendapat perawatan intensif, demikian laporan Associated Press.

Tahun lalu tiga prajurit AS dinyatakan bersalah setelah memimpin sebuah pasukan kecil untuk melakukan pembunuhan warga sipil di Afghanistan.